BerandaPENDIDIKANCegah Kebakaran, Dikpora Dorong Sekolah Perketat Sistem Mitigasi

Cegah Kebakaran, Dikpora Dorong Sekolah Perketat Sistem Mitigasi

- Advertisement -

Mataram (Suara NTB) – Peristiwa kebakaran yang melanda rumah adat hingga sekolah menjadi alarm serius pentingnya sistem mitigasi bencana. Seluruh bangunan mesti memiliki sistem keamanan yang lengkap dan dilengkapi alat pemadam portable untuk meminimalisasi dan mencegah bencana kebakaran terulang.

Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Dikpora) NTB mendorong sekolah untuk memperkuat standar operasional prosedur (SOP) keamanan masing-masing. Keberadaan fasilitas seperti Alat Pemadam Api Ringan (APAR) dinilai perlu menjadi perhatian kepala sekolah untuk mitigasi risiko terjadinya bencana kebakaran.

Kepala Dikpora NTB, Syamsul Hadi mengatakan, keberadaan APAR merupakan bagian dari SOP di setiap bangunan terutama di sekolah.

“Kalau kita bicara terkait dengan standar keamanan bagi satu bangunan, apalagi itu adalah pelayanan publik memang harus ada,” ujarnya.

Tetapi diakui,belum semua sekolah memiliki fasilitas seperti APAR,terutama di beberapa sekolah swasta. Menurut dia, aspek mitigasi bencana dianggap belum menjadi prioritas utama. Selain itu, keberadaan fasilitas keamanan seperti alat pemadam portable juga ditentukan oleh kemampuan sekolah.

“Tapi kalau itu tergantung dari kemampuan pengelolanya juga dalam hal ini adalah kepala sekolah. Kalau di sekolah-sekolah yang sudah maju, mereka memiliki standar pelayanan yang cukup tinggi dan sebagainya, maka semua gedung itu sudah punya (APAR) itu untuk mitigasinya istilahnya,” terang Syamsul.

Mantan Ketua BAN S/M NTB itu menegaskan, sekolah juga mesti mempunyai sistem mitigasi bencana yang matang. Langkah tersebut dinilai perlu untuk mengurangi kemungkinan risiko bencana seperti kebakaran terjadi.

Menurutnya, kebakaran tidak hanya terjadi akibat cuaca yang panas, tetapi juga tata kelola listrik di sekolah. Belajar dari kejadian di MA Muallimin NW Anjani dan kebakaran di sejumlah gedung di Mataram merupakan imbas dari korsleting listrik.

“Kalau memang terjadi korsleting, mitigasi yang dilakukan itu juga kaitannya standar kabelnya, kemudian sambungan, dan sebagainya itu kan harus diperhatikan,” terangnya.

Karena itu, Syamsul mendorong kepala satuan pendidikan untuk memastikan kembali keamanan sekolah masing-masing. Kondisi kabel hingga sambungan listrik perlu diperhatikan dan dicek ulang untuk memastikan kejadian kebakaran tidak terjadi.

“Jika ternyata itu berisiko, maka kemudian dilakukan segera antisipasi, apakah mengganti kabelnya, menutup sambungan-sambungan yang memungkinkan untuk terjadinya risiko-risiko korsleting itu,” pungkasnya. (sib)

IKLAN

spot_img
RELATED ARTICLES

IKLAN









VIDEO