BerandaNTBLOMBOK BARATMelalui Program Mahyani, Wabup dan Baznas Lobar Bedah Gubuk Reyot di Kebon...

Melalui Program Mahyani, Wabup dan Baznas Lobar Bedah Gubuk Reyot di Kebon Ayu

- Advertisement -

Giri Menang (Suara NTB) – Selama bertahun-tahun tinggal di sebuah gubuk reyot berdinding bambu dan beratapkan seng bekas, akhirnya kelurga Fahri mendapat harapan baru. Gubuk reyot yang ditinggali warga Dusun Karang Kesuma, Desa Kebon Ayu Kecamatan Gerung Lombok Barat itu kini mulai dibangun menjadi hunian yang lebih layak, pada Jumat (28/8/2026).

Gubuk reyot Fahri dibangun memalui program Rumah Layak Huni (Mahyani) Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Lobar. Program ini sebagai salah satu kontribusi Baznas dalam membantu Pemkab mengentaskan rumah kumuh atau tak layak huni dan kemiskinan di Lobar.

Fahri bersama istri dan dua anaknya tak bisa menyembunyikan rasa bahagianya, ketika Wabup Lobar Hj Nurul Adha, S.THi., bersama jajaran dan Ketua Baznas TGH Muhammad Taisir Al Azhar, L.C, S.Ag, M.A., serta komisioner mengunjugi gubuknya pada Jumat (28/8/2026).

Kedatangan orang nomor satu di Lobar itu untuk memberikan program bedah rumah melalui Mahyani kepada Fahri. Wabup merobohkan bagian dinding gubuk reyot yang terbuat dari gedek sebagai petanda dimulainya bedah rumah keluarga Fahri. Wabup Lobar kepada awak media usai bedah rumah tersebut menyampaikan bahwa bedah rumah Mahyani ini merupakan wujud nyata peran Baznas dalam membantu penanganan rumah kumuh warga.

“Baznas memiliki hak mengambil zakat dari ASN kita, kemudian bersama-sama disalurkan kepada masyarakat yang memang memiliki hak untuk dibantu,” ujarnya.

Menurut Nurul Adha, selain Baznas, Pemkab juga telah mengalokasikan anggaran untuk program rehabilitasi rumah tidak layak huni. Namun, diakui dari sekitar 350 unit yang telah dianggarkan, proses verifikasi sasaran belum sepenuhnya rampung.

Ia mengapresiasi pihak Baznas yang bisa dengan cepat menemukan kondisi seperti rumah Fahri tersebut sehingga bisa ditangani. Wabup mengaku prihatin melihat kondisi rumah Fahri yang selama bertahun-tahun dihuni dengan kondisi jauh dari standar kelayakan.

Menurutnya, masih adanya warga yang tinggal di bangunan seperti itu harus menjadi perhatian serius pemerintah dan seluruh pihak terkait.

Selain persoalan hunian, Wabup juga menyoroti hubungan antara kondisi rumah yang tidak sehat dengan persoalan kesehatan masyarakat. Ia menilai lingkungan tempat tinggal yang buruk dapat memperbesar risiko munculnya berbagai penyakit, termasuk tuberkulosis atau TB.

Dalam kunjungannya, Nurul Adha juga mendapat informasi mengenai anggota keluarga yang tengah menjalani penanganan penyakit TB. Ia berharap pengobatan rutin dapat membantu proses pemulihan dan mencegah penularan lebih luas.

Sementara itu, Ketua Baznas Lobar, TGH. Muhammad Taisir Al-Azhar mengatakan, Baznas Lombok Barat pada tahun 2026 telah mengalokasikan anggaran sekitar Rp2,1 miliar untuk program pembangunan rumah layak huni. Anggaran tersebut disiapkan untuk membantu masyarakat yang masuk dalam kategori penerima manfaat berdasarkan data dari instansi terkait.

Sejumlah rumah bahkan telah selesai dibangun, sementara sebagian lainnya masih dalam proses pengerjaan. Ia menjelaskan, proses penetapan penerima bantuan dilakukan melalui survei langsung dengan sistem by name by address. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan dana umat benar-benar tersalurkan kepada warga yang tepat.

Untuk pembangunan rumah Fahri di Dusun Karang Kesuma, Baznas mengalokasikan bantuan sekitar Rp35 juta. Pembangunan ditargetkan dapat diselesaikan dalam waktu dua bulan. Secara keseluruhan, Baznas Lobar menargetkan pembangunan sekitar 60 hingga 70 rumah layak huni sepanjang tahun 2026. (her)

IKLAN

spot_img
RELATED ARTICLES

IKLAN









VIDEO