Mataram (Suara NTB) – Gubernur NTB H. Lalu Muhamad Iqbal bersama Wali Kota Mataram Dr. H. Mohan Roliskana meninjau pelaksanaan Manajemen Rekayasa Lalu Lintas (MRLL) sistem satu arah di kawasan Simpang Empat Rembiga, Kota Mataram, Senin (31/8/2026) sore.
Peninjauan tersebut dilakukan setelah sebelumnya sejumlah warga membongkar water barrier atau pembatas jalan yang dipasang dalam skema rekayasa lalu lintas di kawasan tersebut pada Minggu (30/8/2026).
Rekayasa lalu lintas sempat dihentikan setelah pembongkaran pembatas jalan tersebut. Pemerintah Provinsi NTB, Pemerintah Kota Mataram, dan Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda NTB kemudian menggelar rapat evaluasi dengan mengundang perwakilan masyarakat di sekitar kawasan rekayasa. Rapat digelar di ruang rapat Ditlantas Polda NTB, Senin (31/8/2026).
Usai rapat, Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal bersama Wali Kota Mataram meninjau langsung kondisi lalu lintas di Simpang Empat Rembiga sekaligus memastikan rekayasa lalu lintas kembali berjalan.
Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal mengaku prihatin atas tindakan sejumlah orang yang membongkar pembatas jalan dalam rekayasa lalu lintas tersebut. Menurutnya, kebijakan rekayasa lalu lintas dilakukan pemerintah sebagai respons atas keluhan masyarakat mengenai kemacetan yang selama ini terjadi di kawasan Rembiga.
“Sangat prihatin karena ada yang membongkar beberapa orang. Padahal ini dilakukan Pak Wali berdasarkan pengaduan masyarakat sejak lama karena kemacetan dan yang dirugikan banyak. Anak sekolah telat masuk sekolah, orang kerja dimarahi atasan karena telat,” ujarnya saat ditemui di lokasi, Senin (31/8/2026).
Ia menegaskan, kepentingan segelintir pihak tidak seharusnya mengorbankan kepentingan masyarakat yang lebih luas. Jika terdapat warga yang merasa dirugikan dengan penerapan rekayasa lalu lintas tersebut, persoalan tersebut seharusnya disampaikan melalui pemerintah setempat agar dapat dicarikan solusi bersama.
“Kalau ada yang merasa dirugikan, komunikasikan lewat pemerintah setempat, RT, kepala lingkungan, atau lurah. Nanti kita carikan solusinya,” katanya.
Iqbal juga menanggapi kekhawatiran mengenai dampak rekayasa lalu lintas terhadap aktivitas ekonomi masyarakat di sekitar kawasan tersebut. Berdasarkan hasil peninjauan dan komunikasi langsung dengan warga, ia menyebut masyarakat justru merasa lebih nyaman dengan penerapan rekayasa tersebut.
“Justru tadi saya tanya masyarakat, mereka mendukung. Mereka lebih nyaman karena pembeli bisa berhenti dan parkir,” ujarnya.
Sementara itu, Wali Kota Mataram Dr. H. Mohan Roliskana bersyukur rekayasa lalu lintas di kawasan Simpang Empat Rembiga kembali dilanjutkan sesuai dengan skema awal yang telah dikomunikasikan bersama masyarakat setempat.
Mohan mengatakan, pemerintah akan menyiapkan sejumlah skenario sebagai bahan evaluasi untuk menentukan pola rekayasa lalu lintas yang paling efektif. Evaluasi tersebut diharapkan dapat menjadi dasar untuk penerapan rekayasa lalu lintas secara permanen ke depan.
“Nantinya akan ada beberapa skenario yang akan disiapkan supaya ke depannya bisa dipermanenkan,” ucapnya. (pan)


