Mataram (Suara NTB) – Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Dikpora) NTB tengah mempersiapkan Japan Language Center (JLC) di 31 titik di NTB. Pembangunan puluhan pusat pembelajaran bahasa Jepang itu bertujuan untuk mempersiapkan alumni SMK/SMA di NTB untuk bekerja di negeri Sakura tersebut.
“Insyaallah kalau tidak ada halangan, bulan depan kita sudah bisa memulai di bulan September. Sekarang kita sudah di angka 80 persen persiapan kita. Sosialisasi kita tinggal melaksanakan dan eksekusi,” jelas Kabid SMK-PK pada Dinas Dikpora NTB, Hasbi, Senin (31/8).
Selain bahasa Jepang, Dikpora juga tengah menyiapkan pelatihan bahasa Mandarin dan Korea. Pemilihan bahasa tersebut bukan tanpa alasan. Hasbi menuturkan, pihaknya melihat potensi lapangan kerja yang besar di beberapa negara yang dimaksud.
“Maka kita siapkan bahasanya dulu. Karena bahasa itu tidak bisa instan. Maka kita butuh waktu paling tidak setahun,” terangnya.
Hasbi menegaskan, pembelajaran bahasa Jepang kini terus diintensifkan. Bahkan, materi mulai diberikan sejak siswa masih di kelas XI.
Hasbi menjelaskan, penyaluran materi masih dilakukan melalui program ekstrakurikuler sekolah. Langkah itu diambil, mengingat tenaga pendidik dengan latar belakang bahasa Jepang masih terbatas. Sehingga, jika menjadi mata pelajaran tersendiri masih sulit.
Meski demikian, pembelajaran bahasa Jepang tetap berlangsung intens. Dalam sepekan, materi ini akan disampaikan tiga kali. “Target kita tahun 2027 itu di angka 400 siswa yang bisa ikut kursus bahasa Jepang,” ujarnya.
Pelatihan bahasa ini merupakan bagian dari program SMK Mendunia. Dimana kompetensi siswa, terutama bahasa dan pengenalan budaya, terus digenjot. Selain untuk mengurangi angka pengangguran, program tersebut diharapkan dapat membawa SMK Mendunia. Sebagaimana visi NTB Makmur Mendunia. (sib)


