BerandaHEADLINEMuseum NTB Matangkan Konsep Museum Sade

Museum NTB Matangkan Konsep Museum Sade

- Advertisement -


Mataram (Suara NTB) – Museum Negeri Nusa Tenggara Barat (NTB) melakukan rapat perumusan konsep tata ruang dan tata pamer Museum Sade sebagai bagian dari percepatan pembentukan museum.


Rapat tersebut merupakan tindak lanjut hasil rapat yang dipimpin Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Provinsi NTB, H. Lalu Moh. Faozal, pada Minggu (30/8/2026).


“Ya, kami (museum) diminta untuk segera membuat konsep tata pamer Museum Sade,” ujar Kepala Museum NTB, Ahmad Nuralam di Mataram, Senin (31/8/26).


Nuralam mengatakan, konsep bangunan Museum Sade mengacu pada hasil kesepakatan dan usulan tim ahli arsitektur Universitas Mataram (Unram). Desain tersebut selanjutnya menjadi salah satu dasar bagi Museum NTB dalam menyusun konsep tata ruang dan tata pamer.


“Museum Sade didesain berdasarkan kesepakatan dari usulan tim ahli arsitek Unram. Nah kami di museum diminta untuk menyusun konsep tata pamer dari desain bangunan tersebut,” ujarnya.


Menurut dia, tata pamer Museum Sade diusulkan dengan menghadirkan narasi yang mampu menggambarkan perjalanan masyarakat Sade secara utuh.
“Jadi story line yang diinginkan itu menggambar kehidupan masyarakat Sade, dari masa lalu, peristiwa kebakaran, hingga proses bangkit Kembali,” ujarnya.


Rapat tersebut membahas penyusunan konsep tata pamer Museum Desa Adat Sade yang akan menjadi bagian penting dalam merepresentasikan sejarah, budaya, kehidupan masyarakat, serta perjalanan Sade dari masa sebelum kebakaran hingga bangkit kembali.


Pamong Budaya Madya Museum NTB, Bunyamin, mengatakan konsep tata pamer Museum Sade nantinya tidak hanya mendokumentasikan benda-benda budaya, tetapi juga menggambarkan adat istiadat, tradisi, kebiasaan, serta perjalanan kehidupan masyarakat Sade.


“Jadi, kami sudah mulai menyusun konsepnya. Dan judul besar yang kami ingin angkat adalah: Jejak Kehidupan warisan dan Identitas Sade. Di sini yang kita bagi dari tema besar itu ada beberapa subtema,” terangnya.


Ia mengatakan salah satu subtema yang diusulkan adalah “Jejak Leluhur Sade” yang mengangkat sejarah dan perjalanan masyarakat Sade. Selanjutnya, “Ruang dan Budaya Sasak” yang menggambarkan tradisi, ritual, upacara adat, serta kehidupan sosial masyarakat.


Subtema lainnya adalah “Warisan dalam Kehidupan” yang menampilkan berbagai benda budaya yang berkaitan dengan kehidupan masyarakat, seperti peralatan rumah tangga, peralatan pertanian, kesenian, naskah kuno, senjata, dan berbagai tinggalan budaya lainnya.


Sedangkan Subtema berikutnya mengangkat “Ketika Api Mengubah Sade”, yang menggambarkan peristiwa kebakaran, kondisi Sade setelah kejadian, serta berbagai upaya penanganan dan keterlibatan pemerintah maupun masyarakat dalam masa pascakebakaran.

Setelah itu, Lanjutnya, perjalanan Sade dapat dilanjutkan melalui subtema “Sade Bangkit Kembali”, yang menggambarkan proses masyarakat membangun kembali kehidupan dan rumah-rumah adat mereka dengan dukungan berbagai pihak.


“Jadi, kalau saya sendiri, ini dapat menggambarkan Sade sebelumnya, sebelum kebakaran, kemudian setelah kebakaran dan bangkit Kembali,” ujarnya.


Bunyamin menambahkan, penyusunan konsep tersebut masih akan terus dimatangkan melalui pembahasan internal maupun koordinasi dengan pihak-pihak terkait. Ini dilakukan agar konsep tata pamer yang dihasilkan memiliki alur cerita yang kuat.


Dalam rangka mempercepat proses pembentukan Museum Sade, Museum NTB juga telah membentuk Satuan Tugas (Satgas) Percepatan yang diketuai oleh Kasubag TU Museum NTB, Lalu Wire.


Satgas tersebut akan menjadi bagian dari upaya percepatan koordinasi dan penyelesaian berbagai tahapan yang diperlukan dalam pembentukan Museum Sade. (ham)

IKLAN

spot_img
RELATED ARTICLES

IKLAN









VIDEO