BerandaADVERTORIALUniversitas Mataram dan GIZ Jerman Berkolaborasi dalam Mengkaji Fenomena Migrasi Non-Prosedural di...

Universitas Mataram dan GIZ Jerman Berkolaborasi dalam Mengkaji Fenomena Migrasi Non-Prosedural di Nusa Tenggara Barat

- Advertisement -

Mataram (Suara NTB) – Universitas Mataram (Unram) berkolaborasi dengan Deutsche Gesellschaft für Internationale Zusammenarbeit (GIZ) dalam mengkaji dinamika migrasi non-prosedural di Nusa Tenggara Barat (NTB). Kolaborasi ini melibatkan Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) dan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FHISIP) Universitas Mataram sebagai bagian dari upaya untuk memahami lebih mendalam faktor dan kondisi yang melatarbelakangi pilihan masyarakat dalam bermigrasi melalui jalur non-prosedural.

GIZ merupakan perusahaan milik Pemerintah Federal Jerman yang bergerak dalam kerja sama pembangunan internasional dan bekerja sama dengan pemerintah, institusi pendidikan, organisasi masyarakat sipil, serta berbagai mitra lainnya dalam mendukung pembangunan berkelanjutan. Salah satu fokus kerja sama GIZ di Indonesia adalah bidang migrasi dan ketenagakerjaan, termasuk upaya mendorong migrasi yang aman, tertib, dan teratur. Dalam bidang tersebut, GIZ mengembangkan MOVE-ID (Migration Opportunity, Vocation, and Development Indonesia), yang mendukung masyarakat melalui akses terhadap informasi, konsultasi, dan layanan terkait migrasi yang aman. MOVE-ID juga hadir di Mataram sebagai salah satu lokasi pelaksanaannya di Indonesia sejak tahun 2025 hingga 2027.

Dalam pelaksanaan upaya tersebut, masih terdapat berbagai tantangan migrasi di NTB. Salah satunya adalah tingginya praktik migrasi non-prosedural yang menjadi perhatian karena dapat berdampak pada keterbatasan pendataan dan akses pekerja migran terhadap perlindungan. Minimnya keteridentifikasian pekerja migran yang bermigrasi melalui jalur non-prosedural dapat berimplikasi pada terbatasnya akses terhadap informasi, layanan, dan mekanisme perlindungan yang tersedia.

Persoalan tersebut tidak berdiri sendiri. Keputusan masyarakat untuk bermigrasi melalui jalur non-prosedural dapat berkaitan dengan berbagai kondisi, mulai dari faktor ekonomi dan sosial, keterbatasan akses informasi, kondisi keluarga, hingga jaringan dan aktor yang berada di sekitar proses migrasi. Karena itu, pemahaman mengenai migrasi non-prosedural perlu dibangun dengan melihat fenomena tersebut secara lebih luas, tidak hanya dari keputusan individu tetapi juga dari konteks yang membentuknya.

Untuk memahami kompleksitas tersebut, Unram dan GIZ mengembangkan penelitian dengan pendekatan mixed methods yang memadukan pendekatan kuantitatif dan kualitatif. Pendekatan kuantitatif dipimpin oleh Dina Eka Putri, S.Si., M.Si., sedangkan pendekatan kualitatif dipimpin oleh Mega Nisfa Makhroja, S.IP., M.Si., MA. Kedua pendekatan tersebut digunakan secara saling melengkapi untuk melihat pola migrasi sekaligus menggali konteks sosial dan pengalaman yang melatarbelakangi keputusan masyarakat..

Penelitian awal telah dilakukan pada 2025 dengan cakupan wilayah tertentu di NTB. Temuan awal dari penelitian tersebut kemudian menjadi dasar untuk melakukan diskusi lebih lanjut bersama berbagai pemangku kepentingan. Proses tersebut menjadi bagian penting dalam merancang penelitian lanjutan pada 2026 dengan cakupan wilayah yang lebih luas, sehingga kajian diharapkan dapat memberikan gambaran yang lebih beragam mengenai dinamika migrasi non-prosedural di NTB.

Sebagai bagian dari proses tersebut, temuan penelitian untuk pertama kalinya dipaparkan melalui kegiatan Diseminasi Temuan Awal dan Workshop Teknis Pengumpulan Data yang berlangsung di Hotel Aston Inn, Mataram, Jumat 14 Agustus 2026. Kegiatan ini menjadi ruang untuk menyampaikan gambaran awal hasil penelitian sekaligus memperoleh masukan dan perspektif dari berbagai pihak yang berkaitan dengan isu migrasi di NTB.

Kegiatan tersebut mempertemukan tim penelitian Unram dan GIZ dengan akademisi, pemerintah, organisasi masyarakat sipil, serta pemangku kepentingan lainnya. Diskusi yang berlangsung menjadi bagian dari proses pengayaan perspektif dan penyempurnaan penelitian, termasuk dalam mempersiapkan pengumpulan data untuk tahap penelitian berikutnya.

Melalui penelitian ini, Universitas Mataram dan GIZ berharap dapat memperoleh pemahaman yang lebih komprehensif mengenai dinamika migrasi non-prosedural di NTB. Hasil kajian diharapkan tidak hanya memberikan kontribusi bagi pengembangan pengetahuan akademik, tetapi juga dapat menjadi dasar penyusunan rekomendasi yang relevan bagi para pemangku kepentingan dalam merespons persoalan migrasi dan memperkuat upaya perlindungan pekerja migran. (r)

IKLAN

spot_img
RELATED ARTICLES

IKLAN









VIDEO