PEMERINTAH Kecamatan Ampenan terus mendorong ruang kreativitas masyarakat melalui pengembangan inovasi teknologi tepat guna. Upaya tersebut dilakukan melalui kolaborasi berbagai program di tingkat kecamatan, salah satunya program “Tingkan Gegana”.
Program Tingkan Gegana menjadi wadah pameran inovasi teknologi tepat guna sekaligus pameran usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang menampilkan beragam makanan serta produk khas lokal.
Camat Ampenan, Erma Suryani, mengatakan pengembangan inovasi teknologi tepat guna serta produk kuliner lokal telah menjadi bagian dari program pemerintah kecamatan yang dilaksanakan secara kolaboratif.
“Memang kalau di wilayah Ampenan sudah terkolaborasi. Di kecamatan ada program Tingkan Gegana,” ujarnya, Jumat (4/9).
Ia menuturkan, sebelumnya Pemerintah Kecamatan Ampenan rutin menggelar Pekan Inovasi Kelurahan dan Teknologi Tepat Guna. Namun, kegiatan tersebut tidak dapat dilanjutkan karena adanya efisiensi anggaran.
Meski demikian, pemerintah kecamatan tetap berupaya memberikan ruang bagi masyarakat untuk menampilkan berbagai hasil kreativitas dan inovasinya. Salah satunya melalui kegiatan Tanam Huis Ampenan 2026 yang melibatkan sejumlah produk inovasi dari kelurahan maupun masyarakat.
Menurut Erma, kegiatan tersebut menjadi salah satu upaya pemerintah kecamatan untuk mendorong sekaligus memfasilitasi masyarakat yang memiliki kreativitas dan inovasi, termasuk melalui pemanfaatan barang bekas menjadi produk bernilai guna dan ekonomi.
“Itu cara kami memunculkan inovasi-inovasi yang ada di masing-masing kelurahan,” katanya.
Selain menjadi ruang untuk menampilkan hasil karya, kegiatan tersebut sekaligus menjadi sarana sosialisasi dan mendorong kelurahan yang belum memiliki karya atau inovasi agar dapat mengembangkan potensinya.
Erma menyebutkan, pada tahun-tahun sebelumnya sejumlah kelurahan di Kecamatan Ampenan berhasil meraih penghargaan dalam ajang inovasi tingkat Kota Mataram. Salah satunya Kelurahan Ampenan Selatan melalui program “Tersayang” atau Terbuang Bisa Jadi Uang.
Program tersebut mengembangkan pemanfaatan sampah rumah tangga dengan cara mendaur ulangnya menjadi berbagai produk yang memiliki nilai ekonomis.
Di sisi lain, Erma mengatakan keberadaan Pos Pelayanan Teknologi Tepat Guna (Posyantek) juga menjadi ruang kolaborasi bagi kelurahan dan masyarakat dalam mengembangkan berbagai inovasi.
“Posyantek juga menjadi ruang kolaborasi untuk mengembangkan inovasi yang ada di kelurahan,” ujarnya. (pan)



