Mataram (Suara NTB) – Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus melakukan penyesuaian distribusi dan memperkuat pasokan BBM untuk mempercepat normalisasi ketersediaan di Kabupaten Lombok Timur. Langkah ini dilakukan menyusul meningkatnya kebutuhan BBM di sejumlah wilayah, termasuk sekitar Pelabuhan Kayangan.
Pertamina melakukan evaluasi distribusi setelah adanya keluhan antrean BBM di sejumlah SPBU pada 7 September 2026. Penyesuaian dilakukan dengan memprioritaskan pengiriman ke SPBU yang membutuhkan tambahan stok.
Sebelumnya, peningkatan konsumsi BBM yang tidak diimbangi kedatangan tanker sesuai jadwal menyebabkan ketersediaan Pertalite pada Jumat (4/9) terbatas. Kondisi tersebut membuat Integrated Terminal (IT) Ampenan belum dapat menyalurkan BBM sesuai kebutuhan harian sekitar 1.100 kiloliter (KL).
Sebagai langkah percepatan, IT Ampenan meningkatkan penyaluran Pertalite ke wilayah Lombok Timur. Pada Sabtu (5/9), penyaluran mencapai 1.304 KL atau sekitar 18 persen di atas kebutuhan harian. Sehari berikutnya, Minggu (6/9), penyaluran kembali mencapai 1.112 KL.
Distribusi selanjutnya terus disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing SPBU. Pertamina juga berkoordinasi dengan pemerintah daerah untuk memastikan pasokan dapat diarahkan ke wilayah yang membutuhkan penguatan stok.
Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus, Ahad Rahedi, mengatakan penyesuaian distribusi dilakukan untuk menjaga ketersediaan BBM sekaligus merespons kebutuhan masyarakat dan pelaku transportasi.
“Pertamina memahami kebutuhan masyarakat dan pelaku transportasi terhadap ketersediaan BBM, khususnya menjelang pelaksanaan MotoGP di NTB. Kami terus melakukan penguatan dan penyesuaian distribusi, termasuk memprioritaskan pengiriman ke wilayah yang membutuhkan,” ujarnya.
Menurutnya, kondisi stok di SPBU juga terus dipantau agar penyaluran berjalan optimal dan kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi.
Pertamina mengimbau masyarakat membeli BBM sesuai kebutuhan dan tidak melakukan pembelian secara berlebihan. Masyarakat juga diminta mengacu pada informasi resmi agar tidak terpengaruh informasi yang belum terverifikasi.
Untuk informasi maupun pengaduan terkait layanan dan penyaluran BBM, masyarakat dapat menghubungi Pertamina Contact Center 135. (bul)



