BerandaNTBKOTA MATARAMPengelolaan TPS3R Berbasis Maggot

Pengelolaan TPS3R Berbasis Maggot

PEMERINTAH Kelurahan Tanjung Karang Permai, Kecamatan Sekarbela, berkolaborasi dengan PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) menghidupkan pusat pengolahan sampah organik berbasis budidaya maggot di Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R).

Lurah Tanjung Karang Permai, Nani Nurkomala, mengatakan kolaborasi tersebut merupakan bagian dari program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PLN EPI kepada masyarakat. Melalui program tersebut, masyarakat difasilitasi dengan sarana pengelolaan sampah terpadu sekaligus budidaya maggot.

“Kita dibuatkan pengelolaan sampah terpadu dengan membangun TPS3R untuk budidaya maggot,” ujar Nani, Minggu (13/9/2026).

Ia menjelaskan, fasilitas pengolahan sampah organik tersebut dibangun di Lingkungan Bagek Kembar. Lokasi itu dipilih karena berdekatan dengan tempat pembuangan sampah sementara (TPS) dan objek wisata pantai yang ramai dikunjungi masyarakat. Dengan demikian, pengelolaan sampah di kawasan tersebut dapat diintegrasikan.

Menurut Nani, program tersebut merupakan tindak lanjut dari dukungan PLN yang sebelumnya telah memfasilitasi berbagai kebutuhan masyarakat, khususnya di bidang persampahan dan sektor pariwisata.

Selain membangun infrastruktur TPS3R, pengelolaan fasilitas tersebut juga melibatkan masyarakat setempat. Pemerintah kelurahan telah membentuk kelompok pengelola yang akan menjalankan kegiatan operasional dengan pendampingan dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Mataram.

“Pengelola sudah ada, kita bentuk dan tetap didampingi oleh pihak dari Dinas Lingkungan Hidup dalam operasional pengelolaan sampah menjadi maggot,” jelasnya.

Pendampingan DLH dilakukan bersama Maggot Center. Pendampingan tersebut bertujuan memudahkan masyarakat dalam proses budidaya maggot, mulai dari pengolahan sampah organik sebagai pakan hingga proses pemanenan dan pemasaran hasilnya.

Nani mengatakan TPS3R berbasis maggot tersebut menyasar sampah organik yang berasal dari rumah tangga dan rumah makan. Jenis sampah tersebut dinilai potensial dimanfaatkan sebagai pakan dalam budidaya maggot.

Meskipun dibangun di Lingkungan Bagek Kembar, fasilitas tersebut tidak hanya diperuntukkan bagi warga Kelurahan Tanjung Karang Permai. Pengelolaannya mencakup tiga kelurahan, yakni Tanjung Karang Permai, Tanjung Karang, dan Kekalik Jaya.

“Ini baru berjalan pekan kemarin. Peresmiannya untuk dikelola tiga kelurahan,” katanya.

Nani berharap kolaborasi pengelolaan sampah organik tersebut dapat menekan volume sampah yang dibuang ke tempat pembuangan akhir. Selain membantu menjaga kebersihan lingkungan, budidaya maggot diharapkan memberikan nilai ekonomi bagi masyarakat sehingga program tersebut dapat berjalan secara berkelanjutan. (pan)

IKLAN

spot_img
RELATED ARTICLES

IKLAN










VIDEO