BerandaNTBSUMBAWANaskah Kuno Peninggalan Kesultanan Sumbawa akan  Didigitalisasi

Naskah Kuno Peninggalan Kesultanan Sumbawa akan  Didigitalisasi

Sumbawa Besar (Suara NTB)– Pemerintah Kabupaten Sumbawa mulai melakukan inventarisasi serta digitalisasi sejumlah naskah kuno sebagai langkah perlindungan terhadap dokumen bersejarah yang rentan mengalami kerusakan akibat usia dan kondisi penyimpanan. Tujuannya agar manuskrip bersejarah bisa dipertahankan serta diwarisi dari generasi ke generasi.

“Digitalisasi ini kami anggap sangat penting untuk dilakukan sebagai salah satu bentuk pelestarian sejarah dan kebudayaan. Apalagi naskah kuno ini sangat rawan rusak jika tidak dibiarkan begitu saja,” kata Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah (Dispusip) Kabupaten Sumbawa, Lalu Suharmaji Kertawijaya kepada wartawan, Selasa (15/9).

Ia melanjutkan, digitalisasi naskah kuno menjadi bagian penting dalam menjaga keberlangsungan dokumen sejarah Sumbawa. Pelestarian dokumen dilakukan, sehingga informasi yang terkandung di dalamnya tetap dapat tersimpan dan dimanfaatkan untuk kepentingan sejarah serta kebudayaan daerah.

Dinas Arpusda menyimpan salinan naskah kuno dalam format digital untuk menjaga informasi yang terkandung di dalamnya. Langkah ini juga membantu mengurangi risiko hilangnya catatan sejarah akibat kerusakan fisik dokumen.

“Selain mengamankan naskah kuno, kami juga akan terus menelusuri dan mengumpulkan berbagai informasi mengenai sejarah Sumbawa dari tokoh-tokoh Sumbawa melalui wawancara,” jelasnya.

Pengambilan keterangan dari para tokoh yang memiliki pengetahuan mengenai perjalanan sejarah Sumbawa sangat penting. Hasil dari wawancara tersebut,akan diolah menjadi buku sejarah yang dapat memperkaya dokumentasi sejarah daerah.

“Salah satu materi yang menjadi perhatian ialah sejarah berdirinya Istana Dalam Loka. Baik itu latar belakang pembangunan, fungsi, serta perjalanan sejarah bangunan yang menjadi salah satu peninggalan penting Kesultanan Sumbawa,” tambahnya.

Rencana penyusunan buku sejarah itu menjadi bagian dari upaya Dinas Arpusda untuk mendokumentasikan informasi sejarah melalui sumber lisan. Keterangan para tokoh Sumbawa akan menjadi bahan dalam penelusuran sejarah, termasuk untuk memperjelas kisah berdirinya Istana Dalam Loka.

“Momentum penyelenggaraan Rakornas JKPI 2028 akan menjadi ruang daerah untuk memperkuat pengelolaan arsip, dokumentasi sejarah, dan pelestarian warisan budaya,” ujarnya. (ils)

IKLAN

spot_img
RELATED ARTICLES

IKLAN











VIDEO