Taliwang (Suara NTB) – DPRD Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) mendorong pemerintah daerah membangun fasilitas Laboratorium Kesehatan Hewan (Labkeswan). Selain untuk mempercepat layanan pemeriksaan kesehatan ternak, keberadaan fasilitas tersebut dinilai menjadi salah satu sumber tambahan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Sekretaris Komisi II DPRD KSB, Iwan Irawan Marhalim, mengatakan kebutuhan Labkeswan semakin penting seiring tingginya aktivitas pengiriman ternak ke luar daerah. Menurutnya, layanan pemeriksaan kesehatan hewan selama ini masih harus memanfaatkan fasilitas pengujian di luar daerah.
“Dalam rangka menggali sumber PAD, saatnya KSB memiliki fasilitas Labkeswan. Fasilitas itu bisa mendatangkan tambahan pendapatan bagi daerah dari layanan yang diberikan,” kata Iwan, Rabu (16/9).
Ia mencontohkan layanan Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH) yang menjadi bagian dari proses pengurusan dokumen sertifikat veteriner untuk pengiriman ternak ke luar daerah. Selama ini, pengusaha ternak melalui Dinas Pertanian KSB harus memanfaatkan fasilitas pengujian di Bali. Biaya pemeriksaan disebutnya mencapai sekitar Rp200 ribu per ekor sapi dengan waktu pengujian dua hingga tiga hari.
Menurut Iwan, jika KSB memiliki fasilitas pemeriksaan sendiri, proses pengujian dapat dilakukan lebih cepat. Selain memangkas waktu, biaya layanan juga berpeluang menjadi lebih rendah karena pengusaha tidak lagi harus mengakses fasilitas pemeriksaan di luar daerah.
Iwan mengungkap potensi penerimaan daerah dari layanan pemeriksaan kesehatan ternak untuk kebutuhan pengiriman ke luar daerah i rata-rata Rp36 juta per bulan. Nilai tersebut, kata Politisi PAN ini, baru berasal dari aktivitas pengiriman yang dilakukan pengusaha ternak lokal.
Potensi itu, lanjutnya, masih dapat diperluas dengan memberikan layanan kepada pengusaha ternak antarpulau dari daerah lain yang melakukan aktivitas pengiriman melalui Sumbawa. Dengan cakupan layanan yang lebih luas, penerimaan daerah dari pemeriksaan kesehatan ternak dinilai berpotensi meningkat.
Iwan mengaku telah mengkomunikasikan rencana tersebut dengan Dinas Pertanian KSB. Dari komunikasi itu, ia memperoleh informasi bahwa pembangunan fasilitas Labkeswan membutuhkan anggaran sekitar Rp3 miliar. Ia menilai investasi tersebut perlu dipertimbangkan karena memiliki peluang menghasilkan penerimaan daerah sekaligus memperkuat layanan pemeriksaan kesehatan hewan di KSB.(bug)



