BerandaNTBMasuki Babak Baru Kemitraan, Unram–Massey University Perluas Kolaborasi Konkret dan Berdampak dari...

Masuki Babak Baru Kemitraan, Unram–Massey University Perluas Kolaborasi Konkret dan Berdampak dari Riset Food Safety hingga Student Mobility

Mataram (Suara NTB) – Kemitraan Universitas Mataram (Unram) dan Massey University, New Zealand, memasuki babak baru. Hubungan yang telah dibangun selama bertahun-tahun melalui riset, pendidikan, capacity building, dan community engagement kini bergerak menuju kolaborasi yang lebih konkret, dengan agenda yang diarahkan pada dampak bagi mahasiswa, peneliti, dan masyarakat.

Arah tersebut dibahas dalam pertemuan Unram dan Massey University pada 15 September 2026 di Massey University, New Zealand. Kedua universitas menyepakati penguatan lecture exchange, webinar series, joint publication, fokus food safety dan food technology, joint master, joint supervision, serta student mobility.

Kemitraan ini juga diperluas melalui rencana keterlibatan bersama dalam proyek food security and food safety, dengan memanfaatkan pengalaman Unram melalui proyek Farm Systems and Capability for Agribusiness Activity (IFSCA). Kolaborasi tersebut membawa hubungan kedua universitas lebih dekat pada kebutuhan sistem pangan terutama di Indonesia Timur.

Dari Kemitraan yang Terbangun ke Kolaborasi Strategis

Rektor Unram, Prof. Dr. Sukardi, M.Pd., menegaskan bahwa hubungan Unram dan Massey University bukanlah kemitraan yang baru dimulai. Fondasinya telah dibangun melalui joint research, joint publications, academic exchange, serta program Adjunct Professor, di samping kolaborasi dalam pendidikan, pengembangan kapasitas, dan pengabdian kepada masyarakat.

“Kolaborasi ini bukan sekadar pengaturan kelembagaan. Bagi kami, ini adalah jembatan akademik yang menghubungkan peneliti, dosen, mahasiswa, dan masyarakat,” ujar Prof. Sukardi.

Kini, jembatan tersebut diarahkan pada isu yang memiliki relevansi langsung dengan masyarakat, salah satunya food safety dan food technology. Penguatan bidang ini penting untuk membangun sistem pangan yang menjamin keamanan, kualitas, keterjangkauan, dan ketertelusuran pangan.

“Yang penting adalah memastikan bahwa makanan aman, bergizi, terjangkau, dapat ditelusuri, dan didukung oleh sistem pangan yang andal,” ujarnya.

Keahlian Massey University dalam food science, food safety, agriculture, nutrition, dan food systems dapat dipertemukan dengan sumber daya serta pengalaman regional Unram, khususnya perspektif Indonesia Timur. Ruang riset bersama mencakup food safety assurance, food quality, food processing, traceability, supply-chain management, nutrition, local food resources, hingga sustainable food systems.

Pengalaman Unram melalui IFSCA menjadi salah satu pijakan mengembangkan kolaborasi yang memperkuat pemahaman dan kapasitas sistem pangan serta aktivitas agribisnis.

Memperluas Pengalaman Akademik Lintas Negara

Dampak kemitraan juga diarahkan langsung pada pengalaman belajar dan mobilitas akademik. Unram dan Massey University akan mengembangkan lecture exchange melalui hybrid lecture dan online classes, serta Massey–Unram Webinar Series untuk memperluas interaksi akademik lintas kampus.

Pada jenjang pascasarjana, kedua universitas mengeksplorasi joint master degree, termasuk skema satu tahun studi di Unram dan satu tahun di Massey University dengan mekanisme pengakuan mata kuliah yang disepakati bersama. Skema ini diperkuat melalui joint supervision, student exchange, short programmes, internships, dan student mobility.

Bagi mahasiswa, kolaborasi tersebut membuka akses untuk belajar dalam lingkungan akademik internasional, terlibat dalam riset, membangun jejaring, dan membawa pengalaman baru ke lingkungan akademik masing-masing. Sementara bagi dosen dan peneliti, kerja sama diarahkan pada joint publications di jurnal internasional bereputasi, collaborative research proposals, konferensi internasional, serta penelitian bersama dengan dampak sosial yang terukur.

Dari Jejaring Global Menuju Dampak

Bagi Unram, babak baru kemitraan ini ditandai oleh kemampuan kedua universitas untuk menerjemahkan hubungan akademik menjadi program yang dapat dijalankan dan memberi manfaat yang konkret.

“Kami ingin melihat lebih banyak kesempatan bagi mahasiswa untuk belajar, melakukan riset, dan memperoleh pengalaman akademik internasional di kedua institusi. Di tingkat peneliti dan fakultas, kami juga ingin mendorong lebih banyak publikasi bersama, proposal riset kolaboratif, konferensi internasional, dan proyek penelitian dengan dampak sosial yang terukur,” tegas Prof. Sukardi.

Arah tersebut selaras dengan SDG 2: Zero Hunger melalui food security dan sistem pangan; SDG 3: Good Health and Well-being melalui food safety dan kualitas pangan; SDG 4: Quality Education melalui pembelajaran lintas kampus, joint master, dan student mobility; serta SDG 17: Partnerships for the Goals melalui penguatan kemitraan internasional.

Pertemuan di Massey University menjadi pijakan untuk mengembangkan concrete flagship programmes pada fase berikutnya memperkuat riset, memperluas mobilitas mahasiswa, memperdalam academic engagement, dan memperbesar societal impact.

Dari food safety dan food security hingga joint research dan joint master, dari lecture exchange hingga student mobility, kemitraan Unram–Massey University kini bergerak dari hubungan yang telah terbangun menuju kolaborasi yang semakin konkret.

Pada akhirnya, kemitraan ini bukan hanya tentang menghubungkan dua universitas, tetapi tentang menghubungkan pengetahuan dengan kebutuhan nyata, memperluas kesempatan bagi manusia untuk belajar dan berkembang, serta menciptakan dampak yang dapat melampaui batas negara. (ron)

IKLAN

spot_img
RELATED ARTICLES

IKLAN











VIDEO