BerandaBIMACFD Woha sebagai Penggerak Ekonomi Lokal

CFD Woha sebagai Penggerak Ekonomi Lokal

Bima (Suara NTB) – Pelaksanaan Car Free Day (CFD) di Kecamatan Woha, Kabupaten Bima sebagai ruang penggerak ekonomi lokal masyarakat. Kegiatan ini melibatkan sekitar 250 pelaku usaha mikro,kecil dan menengah.

Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Bima, Muhammad Akbar menilai kegiatan hari bebas tanpa kendaraan atau car free day merupakan inisiatif positif yang tumbuh dari bawah dan berpotensi terus dikembangkan.

Menurutnya, CFD Woha tidak hanya menghadirkan aktivitas olah raga, tetapi mulai memberikan dampak terhadap pergerakan ekonomi masyarakat. Karena itu, ia berharap kegiatan tersebut dapat terus berjalan dengan dukungan lintas sektor.

“Ya, kegiatan harus terus berjalan karena sudah terbukti mampu menggerakkan roda perekonomian UMKM lokal dan aktivitas yang lain seperti olah raga,” ujarnya.

Dukungan tersebut sejalan dengan gagasan pengembangan CFD yang sebelumnya diwacanakan Dinas Pariwisata Kabupaten Bima. Pada Mei lalu, Dispar menyampaikan rencana menjadikan CFD di kawasan Kalaki sebagai ruang yang dapat mengakomodasi UMKM dan hiburan.

Namun, CFD Woha tumbuh dari inisiatif pemerintah kecamatan. Camat Woha, Irfan HMN mengatakan gagasan tersebut muncul setelah melihat potensi jalur Dore-Talabiu untuk dikembangkan sebagai ruang aktivitas masyarakat sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi.

Sejauh ini, pihaknya mendata sekitar 250 UMKM berjualan di lokasi CFD. Artinya, kegiatan itu mulai mendapat respons positif dari pelaku usaha lokal.

“Alhamdulillah, memang terbukti hari ini UMKM itu sampai 250 di minggu ketiga yang kami data,” kata Irfan saat dikonfirmasi pada Sabtu (19/9).

Menurut dia, CFD bukan sekadar kegiatan olah raga mingguan, tetapi diharapkan menjadi bagian dari pengembangan kawasan Dore-Talabiu yang dapat diarahkan menjadi kawasan agrowisata.

Potensi tersebut, menurut dia, sudah tersedia di sepanjang jalur tersebut. Di antaranya budidaya semangka, buah naga dan berbagai jenis sayuran serta ikan air tawar seperti nila dan lele.

Masyarakat yang datang ke kawasan CFD diharapkan tidak hanya berolahraga,tetapi juga dapat membeli hasil pertanian dan perikanan secara langsung. Dengan demikian, aktivitas akhir pekan itu dapat memberi manfaat ekonomi lebih luas bagi masyarakat sekitar.

“Orang bisa menuju ke situ bukan hanya dapat olahraga, bukan hanya bersilaturahmi, tapi juga bisa membawa pulang buah-buahan yang segar, sayur-sayuran, begitu juga ikan-ikan air tawar,” ujarnya.

Irfan menyebut CFD juga diarahkan menjadi ruang silaturahmi masyarakat dari Woha dan kecamatan sekitarnya. Pertemuan rutin setiap pekan diharapkan dapat memperkuat hubungan antarkelompok masyarakat dan pemuda.

Pihaknya masih terus dievaluasi terutama terkait pengaturan lalu lintas. Kecamatan berkoordinasi dengan sejumlah OPD teknis, termasuk Dinas Perhubungan, Satpol PP, TNI-Polri dan Satlantas Polres Bima untuk mengamankan pengalihan arus selama kegiatan berlangsung. (hir)

IKLAN

spot_img
RELATED ARTICLES

IKLAN












VIDEO