Mataram (Suara NTB) – Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) NTB menelusuri keberadaan Muhamad Yanuar Fikri (26), pemuda asal Karang Kelok, Kecamatan Selaparang, Kota Mataram, yang dikabarkan menjadi korban perdagangan orang dan berada di Myanmar, setelah sebelumnya dijanjikan bekerja di Singapura.
Kepala BP3MI NTB, Kadir, Kamis, 24 September 2026 mengatakan, pihaknya telah menerima informasi mengenai keberadaan Yanuar dan sedang melakukan penelusuran. Koordinasi juga dilakukan dengan keluarga serta perwakilan Indonesia.
“Sedang kita proses. Sudah kita hubungi juga pihak keluarga, sedang kita koordinasikan juga dengan perwakilan kita,” kata Kadir.
Yanuar sebelumnya berpamitan kepada kedua orang tuanya sekitar sepekan lalu. Kepada keluarga, ia mengaku hendak kembali bekerja di Singapura, sebagaimana pekerjaan yang pernah dijalaninya.
Namun, sekitar pukul 17.00 Wita, Yanuar menghubungi keluarganya dan menyampaikan bahwa dirinya justru berada di Myanmar. Ia mengaku berada di kawasan pegunungan dan di bawah lokasi tersebut terdapat tentara yang berjaga.
Kabar itu membuat keluarga panik. Ayah Yanuar, Herman melaporkan kasus ini ke Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) NTB). Dalam laporannya, Herman menyampaikan anaknya dapat dipulangkan ke Indonesia dengan syarat keluarga membayar Rp70 juta kepada seorang manajer.
“Manajer minta tebusan Rp70 juta,” ujar Herman.
Keluarga mengaku tidak mampu memenuhi permintaan tersebut. Mereka kemudian mencari bantuan agar keberadaan dan keselamatan Yanuar dapat dipastikan serta ada upaya pemulangan ke Lombok.
Persoalan tersebut telah dilaporkan keluarga ke Unit PPA Polda NTB. Keluarga juga meminta bantuan sejumlah pihak, termasuk DPRD NTB, dan Pemprov NTB.
Keluarga berharap pemerintah dapat segera memastikan kondisi Yanuar dan membuka akses pemulangan jika keberadaannya telah berhasil dipastikan. (bul)



