BerandaNTBDOMPUIrjen KKP Tinjau Pembangunan KNMP di Dompu

Irjen KKP Tinjau Pembangunan KNMP di Dompu

Dompu (Suara NTB) – Inspektur Jenderal (Irjen) Kementerian Kelautan dan Perikanan RI meninjau pembangunan Koperasi Nelayan Merah Putih (KNMP) di Kabupaten Dompu pada, Kamis (24/9). Peran pemerintah daerah sangat penting untuk mengawal program strategis nasional tersebut.

Inspektur Jenderal (Irjen) Kementerian Kelautan dan Perikanan RI, Ade Tajudin Sutriawarman menegaskan, keberhasilan pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) tidak hanya ditentukan oleh pembangunan fisik. Peran aktif pemerintah daerah dinilai menjadi salah satu faktor penting,agar program tersebut benar-benar memberi dampak terhadap kesejahteraan masyarakat pesisir.

Menurut Ade, pemerintah daerah merupakan pihak yang paling memahami kondisi wilayah, karakteristik masyarakat dan kebutuhan nelayan setempat. Karena itu, dukungan Pemda dibutuhkan dalam berbagai aspek mulai dari perizinan, tata ruang, penyediaan sarana dan prasarana pendukung hingga pemberdayaan masyarakat.

“Kesuksesan KNMP sangat dipengaruhi oleh pemerintah daerah. Karena pemerintah daerah yang paling memahami kondisi wilayah dan kebutuhan masyarakat,” ungkapnya.

Ia menjelaskan, KNMP dirancang bukan sekadar membangun sarana dan prasarana bagi masyarakat pesisir. Program tersebut diarahkan untuk meningkatkan produktivitas usaha perikanan, memperkuat ekonomi lokal, menciptakan lingkungan permukiman yang lebih layak dan tertata sekaligus memperkuat kelembagaan masyarakat pesisir. “Keberhasilan pembangunan KNMP diharapkan dapat memberi dampak positif bagi masyarakat pesisir,” katanya.

Ade juga mengingatkan kontraktor pelaksana agar mengerjakan pembangunan sesuai kontrak yang telah ditandatangani. Paslanya, sembilan titik KNMP yang masuk tahap kedua di Kabupaten Dompu ditargetkan tuntas pada Desember 2026.

Sembilan lokasi tersebut masing-masing di Desa Nangamiro Kecamatan Pekat, Desa Tolokalo, Soro, Hu’u, Jambu, Karama, Kawangko dan Malaju.

Sementara untuk KNMP Desa Jala yang merupakan pembangunan tahap sebelumnya, Ade meminta pekerjaan segera dituntaskan. Pembangunan di lokasi tersebut sebelumnya mengalami keterlambatan sehingga mendapat perpanjangan waktu. “Untuk di Jala seharusnya sudah rampung, tapi karena ada suatu dan lain hal, sehingga diperpanjang. Tapi harus rampung 100 persen bulan (September) ini,” tegasnya.

Bupati Dompu, Bambang Firdaus, SE., mengakui, salah satu faktor yang menyebabkan keterlambatan pembangunan KNMP Jala adalah persoalan dengan masyarakat sekitar.

Karena itu, ia meminta kontraktor yang mengerjakan sembilan titik KNMP tahap kedua membangun koordinasi lebih awal dengan pemerintah daerah maupun masyarakat setempat. Pelibatan masyarakat dinilai penting agar berbagai potensi dan kebutuhan di masing-masing lokasi dapat diakomodasi sejak awal. “Kita tidak mau yang sembilan titik ini molor karena hal-hal kecil seperti ini,” katanya mengingatkan.

Bambang menyampaikan apresiasi atas program KNMP yang masuk ke Kabupaten Dompu. Menurutnya, program tersebut berbeda dengan sejumlah intervensi sebelumnya yang cenderung dilakukan secara parsial sehingga dampaknya terhadap peningkatan kesejahteraan nelayan belum maksimal.

Kabupaten Dompu, kata dia, memiliki potensi sumber daya laut dan perikanan yang cukup besar. Namun, keterbatasan sarana dan prasarana membuat nelayan lokal belum mampu mengoptimalkan potensi tersebut dan bersaing dengan nelayan dari daerah lain.

Ia mencontohkan, perairan Dompu selama ini menjadi lokasi aktivitas nelayan dari luar daerah, termasuk nelayan asal Sulawesi. Kondisi tersebut menunjukkan besarnya potensi perikanan Dompu, namun di sisi lain menjadi tantangan bagi nelayan lokal karena keterbatasan fasilitas pendukung.

Bambang berharap pembangunan KNMP tidak berhenti setelah seluruh sarana dan prasarana selesai dibangun. Pemerintah dan pihak terkait diharapkan terus melakukan pembinaan dan pendampingan kepada nelayan agar fasilitas yang dibangun benar-benar produktif dan mampu menggerakkan ekonomi masyarakat pesisir.

“Jangan setelah pembangunan selesai, nelayannya dilepas begitu saja. Harus terus dibantu dan dibina, sehingga potensi kelautan dan perikanan yang kita miliki bisa dioptimalkan,” harapnya. (ula)

IKLAN

spot_img
RELATED ARTICLES

IKLAN












VIDEO