BerandaEKONOMISemen Langka, Pemprov NTB Turun Tangan

Semen Langka, Pemprov NTB Turun Tangan

Mataram (Suara NTB) – Pemerintah Provinsi NTB melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) mulai menelusuri mata rantai distribusi semen menyusul keluhan masyarakat terkait sulitnya mendapatkan dan kenaikan harga semen.


Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) NTB, Lalu Wiranata, mengatakan pihaknya telah bersurat kepada produsen semen serta berkoordinasi dengan sejumlah distributor di NTB untuk memastikan kelancaran pasokan.
“Ada masalah pasokan dari produsen,” kata Wiranata, Senin, 28 September 2026.


Saat ini belum ditemukan indikasi adanya spekulan yang sengaja menahan stok untuk memicu kenaikan harga. Kelangkaan semen lebih disebabkan minimnya pasokan dari pabrik.


“Sampai saat ini belum ada spekulan. Semata-mata karena kurang pasokan dari pabrik,” ujarnya.


Kepala Bidang Perdagangan Dalam Negeri Disperindag NTB, Lalu Afghan, menambahkan, telah melakukan pemantauan langsung ke Pelabuhan Lembar. Berdasarkan hasil koordinasi dengan Pelindo dan KSOP Lembar, aktivitas bongkar muat semen masih berjalan normal.
“Untuk kondisi di pelabuhan itu masih terpantau normal. Bongkar muatnya pun sejatinya masih normal,” katanya.


Namun, persoalan justru diduga terjadi pada rantai distribusi setelah semen keluar dari pelabuhan. Karena itu, tim pengawasan Disperindag NTB sudah turun ke lapangan untuk mencari titik persoalan distribusi.
“Tim pengawasan hari ini sudah turun sampai ke Lombok Timur untuk mencari di mana putusnya mata rantai ini,” ujarnya.


Afghan mengatakan, kondisi di lapangan menunjukkan tidak semua merek semen mengalami kekosongan. Beberapa jenis semen masih tersedia, sementara merek lainnya sulit ditemukan.


Selain persoalan distribusi, pasokan semen dari luar NTB sebelumnya juga terdampak kendala batu bara yang digunakan dalam proses produksi semen. NTB sendiri belum memiliki pabrik semen sehingga masih bergantung pada pasokan dari Pulau Jawa dan Sulawesi.


Untuk mempercepat normalisasi pasokan, Disperindag NTB menyurati sejumlah distributor semen, khususnya di Pulau Lombok. Distributor diminta mengoptimalkan distribusi sekaligus memberikan laporan kondisi stok secara berkala sebagai sistem peringatan dini.


“Kami akan menyurati beberapa distributor semen yang ada, khususnya di Pulau Lombok, untuk optimalisasi distribusi dan early warning, supaya distributor bisa berkoordinasi dan melaporkan secara berkala kondisi di lapangan,” katanya.


Afghan menegaskan, penelusuran di lapangan dapat menemukan titik persoalan sehingga pasokan dan harga semen di NTB segera kembali normal.
“Harapannya bisa kita urai benang kusutnya,” katanya. (bul)

IKLAN

spot_img
RELATED ARTICLES

IKLAN








VIDEO