Giri Menang (Suara NTB) – Dari 130 lebih Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Lombok Barat (Lobar), hampir sebanyak 65 SPPG Makan Bergizi Gratis (MBG) yang kerja sama dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Lobar dalam pengakutan sampah. DLH pun nenarik retribusi sampah dari SPPG MBG dan menjadi sumber baru Pendapatan Asli Daerah (PAD) DLH.
Sedangkan SPPG lain didorong juga untuk bekerja sama dalam pengelolaan sampahnya. Kepala DLH Lobar, M. Busyairi menyebutkan, dari jumlah SPPG yang ada, sekitar setengahnya sudah bekerja sama dengan DLH dalam pengangkutan sampah. SPPG ini memang seharusnya memastikan sampah MBG itu terkelola dengan baik.
“Untuk memastikan pengelolaan sampah tersebut maka SPPG didorong untuk kerjasama dengan DLH. Terlebih SPPG ini memiliki anggaran untuk pengakutan sampahnya,” ujarnya.
Retribusi dari pengangkutan sampah SPPG MBG ini pun menjadi pemasukan baru bagi daerah. Pemasukan retribusinya pun lumayan besar, kalau rata-rata per bulan menyetor Rp1 juta, maka retribusinya tinggal dikalikan 65 SPPG. Dengan pemasukan baru dari retribusi sampah SPPG MBG ini, pihaknya pun optimis bisa mencapai target PAD tahun ini.
Di satu sisi, pihaknya juga perlu menyiapkan sarana prasarana armada sampah untuk melayani. Pihaknya menambah kendaraan pikap untuk menjangkau SPPG-SPPG yang letaknya jauh. Dalam pengangkutan sampah ini, ada juga SPPG kerja sama dengan desa dan lingkungan.
“Tapi sesuai kewenangan itu, harus kerjasama dengan Pemda sehingga ada kontribusi mereka dalam bentuk PAD,” pungkasnya. (her)



