Dompu (Suara NTB) – Pemerintah Kabupaten Dompu memastikan tetap mengajukan pinjaman pembiayaan kepada PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI) sebesar Rp40 miliar, untuk membiayai sejumlah program prioritas daerah. Dana itu akan dimasukan dalam perencanaan APBD tahun 2027.
Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Dompu, Muhammad Syahroni, SP., MM., mengatakan, rencana pinjaman tersebut akan dimasukan dalam tahapan perencanaan APBD 2027, mulai dari Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD), Kerangka Umum Anggaran-Plafon Penggunaan Anggaran Sementara (KUA-PPAS) hingga APBD.
“Iya, direncanakan akan dimasukkan dalam perencanaan APBD 2027,” ungkap Syahroni saat dihubungi, Rabu (30/9).
Syahroni menjelaskan, nilai pinjaman direncanakan sebesar Rp40 miliar dan akan dicatat sebagai pembiayaan daerah. Besaran pinjaman tersebut juga disesuaikan dengan sisa masa jabatan kepemimpinan daerah saat ini.
“Ini sesuai dengan ketentuan dari Kemendagri. Batas pengembalian tidak boleh lebih dari periodesasi kepemimpinan daerah,” jelasnya.
Sebelumnya Bupati Dompu, Bambang Firdaus menyebutkan, pinjaman tersebut direncanakan untuk membiayai dua kebutuhan utama, yakni penanganan layanan air bersih di dalam kota yang selama ini dikelola Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Dompu serta pengadaan atau penanganan lampu jalan.
Kedua sektor tersebut dipandang memiliki sumber penerimaan yang dapat mendukung pembayaran kewajiban pinjaman. Untuk layanan air bersih, pembayaran kewajiban diharapkan bersumber dari iuran pelanggan PDAM. Sedangkan, untuk lampu jalan sumber pembiayaannya dikaitkan dengan penerimaan pajak yang selama ini dibayarkan pelanggan PLN.
Rencana pembiayaan melalui pinjaman tersebut selanjutnya akan melalui tahapan pembahasan dan penganggaran dalam proses penyusunan APBD Dompu 2027. (ula)



