Mataram (Suara NTB) –Pangkalan TNI Angkatan Laut (Lanal) Mataram bersama Bea Cukai Mataram menggagalkan upaya penyelundupan rokok ilegal tanpa cukai yang masuk ke wilayah NTB melalui Pelabuhan Lembar, Lombok Barat. Upaya penyelundupan rokok ilegal itu terjadi pada Sabtu (3/10/2026).
Dalam penindakan itu, tim gabungan mengamankan 35 karung berisi 560 ribu batang rokok ilegal berbagai merek. Rokok tersebut diduga dikirim dari Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya menuju Pelabuhan Lembar.
Komandan Lanal Mataram Kolonel Laut (P) Eko Darmawan dalam konferensi pers di Mataram, Minggu (4/10/2026) mengatakan, penindakan ini berawal dari adanya informasi intelijen mengenai dugaan pengiriman rokok ilegal dari Surabaya menuju Lombok.
Atas informasi tersebut, Tim Intel Lanal Mataram kemudian berkoordinasi dengan Tim Bea Cukai Mataram untuk melakukan penindakan di Pelabuhan Lembar.
“Pada Jumat malam (2/10/2026), tim gabungan melakukan briefing dan koordinasi di Pelabuhan Pelindo Lembar untuk memantau pergerakan kapal sasaran,” jelasnya.
Setelah kapal sandar di Dermaga Nusantara 2 Pelabuhan Lembar sekitar pukul 23.58 Wita, tim mengidentifikasi sebuah truk dengan bak belakang tertutup terpal yang mencurigakan.
Pada Sabtu, pukul 00.34 Wita, tim mengamankan pengemudi truk berinisial Hartoyo (46), warga Kecamatan Praya, Lombok Tengah. Setelah diperiksa, pengemudi mengakui truk tersebut membawa muatan rokok ilegal tanpa cukai.
“Truk beserta pengemudinya kemudian diamankan dan dibawa ke Mako Lanal Mataram untuk pemeriksaan lebih lanjut,” sebutnya.
Dari hasil pencacahan dan penghitungan oleh Bea Cukai Mataram, rokok ilegal tersebut terdiri dari berbagai merek. “Rokok ini diduga berasal dari Pulau Jawa. Spesifikasi tempatnya kami masih mencari tahu,” tambahnya.
Adapun total nilai barang diperkirakan mencapai Rp831 juta. Sementara potensi kerugian negara dari cukai, pajak rokok dan PPN yang berhasil diselamatkan diperkirakan mencapai Rp541 juta.
Selanjutnya, barang bukti berupa truk, rokok ilegal dan pengemudi truk akan diserahkan ke Bea Cukai Mataram. Lanal Mataram juga tengah berkoordinasi dengan aparat penegak hukum untuk proses penyelidikan lebih lanjut. (mit)



