Tanjung (Suara NTB) – Pemerintah Kabupaten Lombok Utara (KLU) meningkatkan kemitraan dengan BUMN dan NGO guna memperkuat literasi dan numerasi di kalangan satuan pendidikan. Kali ini, kemitraan dimaksud mendapat dukungan dari PT Telkom Indonesia dan Gasing Academy. Penguatan itu berupa Pelatihan Literasi dan Numerasi di Aula SMPN 1 Tanjung, Senin (5/10/2026).
Bupati Lombok Utara, Dr. H. Najmul Akhyar, SH. MH., mengapresiasi dukungan BUMN PT Telkom dan Gasing Academy atas kepedulian terhadap peningkatan kualitas pendidikan numerasi di KLU. Menurut dia, fasilitasi ini akan memberi gambaran kepada guru dan siswa bagaimana metode belajar matematika yang menyenangkan.
“Selama ini matematika sering kali dianggap sebagai mata pelajaran yang menakutkan dan tidak menyenangkan oleh para siswa, sehingga berdampak langsung terhadap capaian nilai mereka,” ujar Najmul.
Ia tak menampik, kondisi rapor pendidikan KLU yang masih menunjukkan warna merah pada aspek numerasi. Ia mengidentifikasi beberapa faktor penyebabnya, antara lain dampak bencana gempa bumi dan pandemi Covid-19 yang mengakibatkan anak-anak kehilangan waktu belajar dalam periode yang cukup lama.
Di sisi lain, KLU menghadapi pemotongan anggaran dari pusat sebesar kurang lebih Rp260 miliar pada tahun 2026 ini. Situasi tersebut mempengaruhi pagu keseluruhan APBD maupun persentase dana pendidikan dan kesehatan yang menjadi mandat pemerintah.
Najmul juga berharap, kegiatan literasi dan numerasi ini bukan program yang terakhir kalinya. Ia meminta dukungan program lain yang mendorong program pendidikan di KLU.
Untuk diketahui, pelatihan literasi dan numerasi ini diikuti oleh tiga orang guru dari masing-masing 20 sekolah tingkat sekolah dasar. Selain itu, sebanyak 16 orang siswa juga dihadirkan untuk mendapatkan pelatihan numerasi yang berlangsung dari 5-23 Oktober 2026.
Dalam kesempatan yang sama, Kepala Dikbudpora KLU, H. M. Najib, S.Pd., M.Prld., mengatakan, kondisi rapor pendidikan daerah dari sisi numerasi masih berwarna merah, sehingga pelatihan yang diselenggarakan bersama PT Telkom dan Gasing Academy sangat dibutuhkan untuk memperbaiki capaian tersebut.
Permasalahan numerasi tidak hanya dialami oleh KLU. Namun juga secara umum di Provinsi NTB. Dinas Dikbudpora KLU telah secara aktif melakukan berbagai upaya pembenahan, termasuk bekerja sama dengan lembaga-lembaga pendidikan tingkat nasional.
Antusiasme peserta yang tinggi dari pelatihan tersebut mendorong Yayasan Binis Subiyanto merekomendasikan lembaga lain, yaitu Yayasan Teach First Indonesia, untuk melaksanakan program serupa di KLU. Yayasan tersebut akan menurunkan guru-guru yang digaji langsung untuk mengajar sebagai guru kelas di beberapa sekolah selama dua tahun. Dukungan berbagai pihak menurutnya, menjadi solusi program di tengah keterbatasan anggaran daerah. (ari)



