Giri Menang (Suara NTB) – Hotel-hotel di kawasan wisata Senggigi, Lombok Barat (Lobar) mencatat peningkatan pesanan kamar hingga 95 persen. Bahkan, selama periode perhelatan MotoGP Mandalika 2026 pada bulan Oktober ini, hotel mengalami full booking.
Ketua Senggigi Hotel Association (SHA), I Ketut M Jaya Kusuma mengakui, ajang kelas dunia MotoGP ini masih berdampak terhadap tingkat hunian hotel di kawasan wisata unggulan Lobar itu. “Harus kita akui memang, MotoGP ini menjadi magnet yang luar biasa bagi wisatawan,” ungkap Ketut, Kamis (8/10/2026).
Pria yang juga menjadi General Manager (GM) di Holiday Resort ini menyebut bahwa, MotoGP mampu meningkatkan angka pesanan kamar pada tanggal penyelenggaraan balapan.
”Dari beberapa hotel yang saya dapatkan update ini ada yang 80 persen, ada yang 90 persen (tingkat pesanan kamar),” tuturnya.
Kendati demikian, tak dipungkirinya, banyak hotel-hotel kecil di kawasan Sengigi yang tidak kecipratan dampak MotoGP Mandalika 2026. “Banyak juga hotel yang masih di bawah 60 persen, terutama hotel-hotel kecil,” bebernya.
Sedangkan di Holiday Resort tempatnya bekerja, angka pesanan paling tinggi tercatat pada 11 Oktober 2026, yang mencapai 95 persen. Sedangkan dari tanggal 9 hingga 10 Oktober 2026, tingkat huniannya diakui mencapai 85 persen.
Pemesan dari Wisatawan Mancanegara
Dari tingginya angka pesanan itu, Ketut menyebut rata-rata berasal dari wisatawan mancanegara. “Tapi kita belum bisa pastikan apakah mereka ini memang mau menonton MotoGP, atau mau berlibur,” jelasnya.
Untuk saat ini, Ketut mengakui walaupun sudah masuk musim low season, tetapi tingkat okupansi di Holiday masih ditopang oleh wisatawan mancanegara, yang sedang menikmati liburan di Lombok. Terutama turis dari Eropa, seperti Jerman, Belanda, Prancis, hingga Italia.
Sementara itu, GM Merumatta Senggigi, Fahrurrazi mengakui, tingkat pesanan kamar jelang penyelenggaraan MotoGP Mandalika 2026 sudah mencapai 80 persen dari target 100 persen. Dan angka ini pun diprediksi akan terus bertambah.
”Dan masih berproses karena setiap hari akan terjadi perubahan berdasarkan pemesanan yang masuk,” ujar pria yang akrab disapa Oji ini.
Dari angka tersebut, Fahrurrazi mengakui, pesanan didominasi oleh wisatawan domestik, bukan mancanegara. (her)



