Selong (Suara NTB) – Pemerintah Kabupaten Lombok Timur (Lotim) terus mendorong pembinaan atlet sejak usia pelajar sebagai bagian dari persiapan menghadapi Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028. Komitmen tersebut salah satunya diwujudkan melalui pelaksanaan Open Turnamen Bupati Cup Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) 2026 tingkat pelajar se-Kabupaten Lotim.
Turnamen yang berlangsung di Sport Hall Lombok Timur, Rabu (7/10/2026), tersebut secara resmi dibuka oleh Bupati Lombok Timur H. Haerul Warisin. Sebanyak 773 peserta ambil bagian dalam ajang tersebut, terdiri atas 168 siswa SD, 340 siswa SMP, dan 265 siswa SMA.
Dalam sambutannya, Bupati Haerul Warisin menegaskan bahwa pencak silat tidak hanya berkaitan dengan kemampuan fisik dan teknik bela diri. Lebih dari itu, pencak silat merupakan warisan budaya dan seni yang memiliki peran penting dalam membentuk karakter serta akhlak generasi muda.
Menurutnya, kemampuan bela diri harus digunakan secara bijak, terutama untuk melindungi diri, keluarga, maupun masyarakat yang membutuhkan pertolongan. Ia mengingatkan para atlet agar tidak menjadikan pencak silat sebagai sarana untuk berkelahi ataupun mencari musuh.
Bupati juga memotivasi para peserta agar tidak takut menghadapi kekalahan dalam pertandingan. Menurutnya, kekalahan merupakan bagian dari proses pembelajaran dan perjalanan seorang atlet untuk meraih prestasi.
“Yang harus ditakuti seorang atlet bukan kekalahan, tetapi tidak disiplin berlatih dan kehilangan rasa hormat kepada pelatih, guru, dan orang tua,” pesan Bupati kepada para peserta.
Ia menyebut Lombok Timur memiliki jumlah pelajar dan peminat seni bela diri yang besar di Nusa Tenggara Barat. Kondisi tersebut, kata dia, menjadi potensi yang harus dikelola melalui pembinaan secara konsisten dan berkelanjutan.
Untuk mencapai prestasi maksimal, para atlet muda juga diingatkan menjaga pola hidup sehat. Selain disiplin menjalani latihan, mereka diminta memperhatikan asupan nutrisi dan menghindari konsumsi minuman beralkohol serta minuman dengan pemanis buatan.
Bupati menyampaikan apresiasi kepada jajaran pengurus IPSI Lotim yang telah menggelar turnamen tersebut. Ia menilai kompetisi antarpelajar penting untuk memberikan pengalaman bertanding sekaligus menjadi ruang bagi pencarian dan pembinaan bibit-bibit atlet potensial.
“Turnamen ini menjadi bagian dari pembinaan atlet menuju PON 2028. Saya berharap kegiatan dapat berjalan lancar dan seluruh peserta tetap menjunjung tinggi sportivitas,” ujarnya.
Pembukaan Bupati Cup IPSI 2026 ditandai dengan pemukulan gong oleh Bupati Lotim. Kegiatan tersebut turut dihadiri pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait, jajaran pengurus IPSI, serta Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Lotim.
Melalui ajang tersebut, Lotim diharapkan tidak hanya melahirkan juara di tingkat pelajar, tetapi juga mempersiapkan atlet-atlet potensial yang mampu membawa nama daerah hingga ke level nasional pada PON 2028. (rus)



