BerandaNTBDOMPU255 Warga Berhasil Jalani Operasi Mata Gratis

255 Warga Berhasil Jalani Operasi Mata Gratis

Dompu (Suara NTB) -Sebanyak 255 warga Kabupaten Dompu berhasil menjalani operasi katarak dan pterigium gratis pada tahap pertama, Kamis (8/10). Pasien lainnya ditunda karena terkendala kondisi kesehatan.

Operasi mata gratis ini merupakan hasil kolaborasi Pemerintah Kabupaten Dompu, Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTB, dan The Fred Hollows Foundation (FHF) dalam rangka memperingati Hari Mata Sedunia 2026.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kabupaten Dompu, Hj. Maria Ulfah, SST., M.Kes., Jumat (9/10) mengatakan, operasi tahap pertama menyasar 300 pasien. Namun, tidak seluruh pasien dapat menjalani tindakan operasi sesuai jadwal karena hasil pemeriksaan menunjukkan adanya kondisi kesehatan yang perlu ditangani terlebih dahulu.

“Yang berhasil dioperasi tahap pertama 255 orang. Sisanya karena diagnosis hipertensi dan diabetes akan diberi obat dulu dan akan dioperasi di bulan November,” ungkapnya.

Secara keseluruhan, program bakti sosial kesehatan mata ini menargetkan 450 penerima manfaat, terdiri atas 400 penderita katarak dan 50 penderita pterigium. Pelaksanaannya dibagi dalam dua tahap, yakni tahap pertama pada 8 Oktober dengan sasaran awal 300 pasien dan tahap kedua pada 14 November 2026 dengan 150 pasien.

Bantuan operasi mata tersebut dialokasikan FHF melalui Pemprov NTB untuk masyarakat Dompu. Para calon pasien sebelumnya telah melalui proses pendataan dan penjaringan di 10 puskesmas yang tersebar di seluruh wilayah Kabupaten Dompu.

Kegiatan dipusatkan di halaman Kantor RSUD Dompu dengan memanfaatkan ruang tindakan operasi ringan di sekitar Instalasi Gawat Darurat (IGD).

Program ini menjadi salah satu upaya memperluas akses pelayanan kesehatan mata bagi masyarakat, terutama warga yang mengalami gangguan penglihatan akibat katarak dan pterigium. Masyarakat diharapkan dapat memperoleh penanganan yang memadai tanpa terkendala biaya tindakan operasi.

Namun, peningkatan kesehatan mata tidak cukup hanya melalui pengobatan. Edukasi dan promosi kesehatan, pencegahan, skrining atau deteksi dini, rujukan, pengobatan, hingga rehabilitasi perlu dilakukan secara berkelanjutan.

Kesehatan mata juga berkaitan erat dengan kualitas hidup dan produktivitas masyarakat. Gangguan penglihatan yang tidak tertangani dapat menghambat aktivitas sehari-hari, termasuk pekerjaan dan kegiatan ekonomi.

Karena itu, pihaknya akan memperluas akses layanan kesehatan mata serta peningkatan kesadaran masyarakat untuk melakukan pemeriksaan secara berkala menjadi bagian penting dalam upaya mencegah gangguan penglihatan dan menjaga kualitas hidup masyarakat. (ula)

IKLAN

spot_img
RELATED ARTICLES

IKLAN











VIDEO