Dompu (Suara NTB) -Gerakan Semesta Jumat Bersih yang menjadi salah satu ikon kepemimpinan Bupati Dompu Bambang Firdaus, SE., bersama Wakil Bupati Syirajuddin, SH., mulai menghadapi tantangan. Meski masih rutin dilaksanakan di tingkat organisasi perangkat daerah (OPD), gerakan menjaga kebersihan lingkungan dinilai belum optimal di tingkat desa dan kelurahan,karena partisipasi masyarakat masih minim.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Dompu, Muhammad Syaukani, ST., mengatakan, pelaksanaan program Jumat Bersih di lingkungan perangkat daerah sejauh ini masih berjalan rutin dan konsisten. Akan tetapi, program ini tidak berjalan maksimal di tingkat kelurahan dan desa, karena tingkat partisipasi masyarakat masih minim.
“Kalau untuk tingkat perangkat daerah, Gerakan Semesta Jumat Bersih tetap rutin dan konsisten dilaksanakan di masing-masing OPD, baik di dalam halaman kantor maupun di luar kantor,” katanya, Jumat (9/10).
Pihaknya berkolaborasi dengan Pemerintah Kecamatan Hu’u dan Pemerintah Desa Jala melaksanakan Gerakan Semesta Jumat Bersih dengan mengusung tema Bersih-Bersih Pantai. Kegiatan tersebut menjadi salah satu upaya menjaga kebersihan lingkungan, khususnya kawasan pesisir. Syaukani mengakui, konsistensi pelaksanaan gerakan tersebut masih perlu diperkuat di tingkat desa dan kelurahan,agar tidak sebatas menjadi kegiatan seremonial. “Memang pelaksanaan Jumat Bersih masih belum optimal dan konsisten di tingkat kelurahan dan desa. Keterlibatan masyarakat masih minim,” ungkapnya.
Untuk mendorong partisipasi masyarakat, ia mulai membangun komunikasi secara langsung dengan pemerintah desa dan kelurahan. Langkah ini dilakukan melalui sosialisasi dengan mendatangi pemerintah desa dan kelurahan. Sosialisasi diawali di sejumlah wilayah di Kecamatan Dompu.
Selain itu, DLH juga mengoptimalkan peran pejabat fungsional penyuluh lingkungan untuk memberikan edukasi tentang kebersihan kepada masyarakat, termasuk melalui kegiatan penyuluhan di sekolah-sekolah.
Syaukani menegaskan, evaluasi terhadap pelaksanaan Gerakan Semesta Jumat Bersih akan terus dilakukan. Masukan dan perhatian terhadap menurunnya partisipasi masyarakat menjadi bahan evaluasi sekaligus motivasi untuk memperkuat gerakan tersebut.
Menurutnya, menjaga kebersihan lingkungan tidak cukup hanya mengandalkan pemerintah daerah maupun kegiatan rutin setiap Jumat. Kesadaran dan keterlibatan masyarakat harus tumbuh agar kebersihan menjadi kebiasaan dalam kehidupan sehari-hari. (ula)



