Giri Menang (Suara NTB) – Kekeringan memicu lahan pertanian warga tidak bisa digarap oleh para petani di wilayah Lombok Barat (Lobar). Seperti di Desa Banyu Urip, Kecamatan Gerung, Lobar, sekitar 150 hektare lahan pertanian di desa itu terdampak kekeringan.
Akibatnya, lahan pertanian warga ini tidak bisa ditanami padi musim tanam kedua dan ketiga ini. Dampaknya, ribuan petani di desa itu pun terdampak. Mereka berharap ada intervensi berupa bantuan sembako untuk memenuhi kebutuhan sementara, akibat sawahnya tidak bisa digarap.
Kepala Desa Banyu Urip, H. Selamat Riadi menyampaikan, luas areal pertanian di desanya yang berada di daerah atas (dataran tinggi) mencapai 250 hektare lebih. Dari luas areal pertanian itu, terdapat 120 hektare yang bisa diairi melalui program Irigasi Perpompaan (Irpom) di Dusun Sambiratik.
“Selebihnya itu, sekitar setengah dari itu dampak musim kekeringan jadi bisa ditanami,” sebutnya, Selasa (13/10/2026).
Terdapat hampir 120-130 hektare lahan pertanian warga tidak bisa ditanami sejak tiga bulan terakhir. Dampak bagi petani tidak menanam apapun di lahan pertanian tersebut. Mengakibatkan mata pencarian mereka sementara ini hilang sehingga secara otomatis penghasilan juga tidak ada.
Sebelumnya, petani bisa menanam satu kali sampai dua kali, tetapi sekarang tidak bisa sama sekali digarap hampir tiga bulan terakhir. Walupun ada petani nekat menanam, pasti tanamannya mati. Dari 2.000 jiwa yang terdampak kekeringan, hampir setengahnya atau 1000-1.500 jiwa di antaranya petani yang tidak bisa menanami lahan sawahnya.
Pihaknya pun sangat berharap pada pemerintah, baik kabupaten, provinsi hingga pusat agar membantu petani setempat. “Kami berharap, tolong lah kami, bantulah kami, untuk membantu masyarakat kami dengan beras, sembako atau apalah,” harapnya.
Dinas Pertanian Lobar Berupaya Antisipasi Gagal Panen
Sementara itu, sebelumnya Sekretaris Dinas Pertanian Lobar, Muhammad Taufik, S.P., M.Ling., menyampaikan bahwa pihak dinas terus berupaya mengantisipasi terjadinya gagal panen dengan berbagai upaya dan langkah. Beberapa langkah tersebut, pihaknya telah memberikan bantuan berupa pompa 3 inch kepada petani di beberapa lokasi yang memiliki sumber air untuk bisa disedot.
Pihaknya melakukan pompanisasi menggunakan pompa ke areal pertanian petani. Dibantu juga oleh BPBD untuk memberikan bantuan pompa kepada petani.Ada juga bantuan dari Balai Perbenihan Tanaman Hutan (BPTH) Provinsi NTB untuk mengantisipasi terjadinya gagal panen akibat kekeringan di beberapa wilayah di Lobar.
“Solusi ini sudah ada, kekhawatiran petani kita terdampak gagal panen mudah-mudahan bisa kita hindari,” harapnya. (her)



