Dompu (Suara NTB) – Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Dompu menggelar salat gaib untuk mendoakan almarhum TGH. Lalu Muhammad Turmudzi Badaruddin, pendiri dan pengasuh Pondok Pesantren Qomarul Huda Bagu, Lombok Tengah, Jumat (16/10). Salat gaib berlangsung di Masjid Qushurul Jannah, Kelurahan Kandai II, Kabupaten Dompu.
Kegiatan tersebut diikuti siswa, guru, dan tenaga kependidikan MAN Dompu. Salat gaib dipimpin, Ahmad Syauqy Alfan, M.H.
Kepala MAN Dompu, H. Hairil Anwar, S.Pd., mengatakan, pelaksanaan salat gaib merupakan bentuk penghormatan sekaligus doa bagi almarhum yang dikenal sebagai salah satu ulama kharismatik di Nusa Tenggara Barat (NTB).
Menurutnya, kegiatan ini juga menjadi sarana menanamkan nilai-nilai keagamaan kepada siswa, terutama pentingnya menghormati ulama yang telah berjasa dalam pengembangan pendidikan Islam dan pembinaan umat.
“Kami ingin menanamkan kepada siswa-siswi MAN Dompu, agar bisa menghargai keberadaan ulama-ulama kharismatik di Nusa Tenggara Barat. Salah satunya adalah TGH. Lalu Muhammad Turmudzi Badaruddin,” ujarnya.
Semasa hidupnya, almarhum dikenal memiliki pengabdian besar dalam bidang pendidikan Islam, dakwah, dan pembinaan umat. Selain mendirikan dan mengasuh Pondok Pesantren Qomarul Huda Bagu, almarhum juga menjabat sebagai Rais Syuriah Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) NTB.
Hairil berharap keteladanan almarhum dapat menjadi inspirasi bagi para siswa dalam menuntut ilmu, membangun akhlak, serta mengabdikan diri kepada masyarakat.
“Harapan kami, siswa-siswi MAN Dompu dapat menjadikan almarhum sebagai inspirasi. Beliau sosok yang luar biasa, bukan hanya sebagai Rais Syuriah PWNU NTB, tetapi juga pendiri, pengasuh, sekaligus pembina Pondok Pesantren Qomarul Huda Bagu. Karena itu, sudah sepantasnya kita memberikan apresiasi, menghormati jasa-jasa beliau, serta menyampaikan penghormatan terakhir melalui doa-doa terbaik,” tambahnya.
Hairil merupakan kader GP Ansor dan Penggerak Nahdlatul Ulama itu menilai, pengabdian almarhum dalam membina umat dan mengembangkan pendidikan pesantren menjadi teladan berharga bagi generasi muda.
Pelaksanaan salat gaib di Masjid Qushurul Jannah digelar karena fasilitas ibadah di lingkungan MAN Dompu, belum dapat digunakan secara optimal akibat renovasi sekolah yang masih berlangsung. Meski demikian, kondisi tersebut tidak menghalangi keluarga besar madrasah untuk melaksanakan kegiatan keagamaan bersama.
Selain sebagai bentuk penghormatan kepada almarhum, kegiatan ini menjadi bagian dari pembelajaran keislaman bagi siswa, khususnya dalam mendoakan sesama Muslim yang telah wafat dan meneladani perjuangan para ulama.
Pihaknya berharap almarhum mendapat ampunan dan rahmat Allah SWT serta ditempatkan di sisi-Nya. Doa juga dipanjatkan agar keluarga, santri, dan seluruh pihak yang ditinggalkan diberikan ketabahan. (ula)



