BerandaPENDIDIKANBalai Bahasa NTB Dorong Penggunaan Produk Penerjemahan untuk Dukung Literasi di Sekolah

Balai Bahasa NTB Dorong Penggunaan Produk Penerjemahan untuk Dukung Literasi di Sekolah

Mataram (Suara NTB) – Balai Bahasa Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) melaksanakan kegiatan Pemantauan Pemanfaatan Produk Penerjemahan di Kabupaten Lombok Tengah (Loteng) pada 20–21 Oktober 2026. Kegiatan ini bertujuan untuk mengetahui pemanfaatan buku produk penerjemahan dalam bentuk buku cerita anak terjemahan dan dwibahasa yang telah disalurkan kepada sekolah penerima manfaat. Kegiatan ini sekaligus mendorong penggunaan produk penerjemahan sebagai bahan bacaan pendukung literasi di lingkungan sekolah.

Pada Selasa (20/10), Tim Balai Bahasa NTB mengunjungi tiga sekolah penerima buku cerita anak terjemahan, yaitu SDN 2 Labulia, SDN 2 Sukarara, dan SDN Sempoja. Selanjutnya, pada Rabu (21/10), pemantauan dilanjutkan di SDN 2 Leneng dan SDN Bunsalak. Pemantauan dilakukan untuk melihat secara langsung bagaimana buku produk penerjemahan dapat dimanfaatkan oleh guru dan siswa, baik dalam kegiatan pembelajaran maupun aktivitas membaca di sekolah.

Kepala Balai Bahasa NTB, Arie Andrasyah Isa menyampaikan, melalui kegiatan ini, Balai Bahasa NTB juga menghimpun informasi, masukan, dan kendala yang dihadapi sekolah dalam memanfaatkan buku-buku tersebut sebagai bahan bacaan bagi peserta didik. Selain melakukan pemantauan, Tim juga memberikan sosialisasi mengenai laman Penjaring (Penerjemahan dalam Jaringan), yaitu platform yang menyediakan berbagai produk penerjemahan, termasuk buku cerita terjemahan dan dwibahasa.

Produk penerjemahan yang dihasilkan pemerintah perlu dimanfaatkan secara optimal untuk mendukung peningkatan literasi anak sekaligus memperkenalkan bahasa dan budaya daerah sejak dini.

“Buku cerita anak terjemahan dan dwibahasa merupakan salah satu upaya untuk mendekatkan anak-anak dengan kegiatan membaca sekaligus memperkenalkan kekayaan bahasa dan budaya daerah. Salah satu nilai tambah dari buku-buku produk penerjemahan ini, baik cetak maupun digital adalah adanya muatan STEAM (Science, Technology, Engineering, Art, and Mathematics),” ujarnya.

Tim juga berkoordinasi dengan pihak sekolah untuk memperoleh gambaran mengenai ketersediaan, aksesibilitas, dan pemanfaatan buku cerita anak terjemahan dan dwibahasa. Pemanfaatan bahan bacaan digital melalui laman Penjaring juga diharapkan dapat memperluas akses sekolah terhadap produk penerjemahan.

Kepala sekolah penerima buku produk penerjemahan menyambut baik kegiatan pemantauan tersebut. Mereka berharap keberadaan buku produk penerjemahan dapat meningkatkan minat baca siswa, memperkaya bahan bacaan di sekolah, dan membantu peserta didik mengenal kosakata dan cerita yang dekat dengan kehidupan dan lingkungan budaya mereka. (ron)

IKLAN

spot_img
RELATED ARTICLES

IKLAN















VIDEO