BerandaNTBLOMBOK BARATBertahun-tahun Rusak Parah, Penanganan Jalan Kabupaten di Taman Ayu Diusulkan DPR RI...

Bertahun-tahun Rusak Parah, Penanganan Jalan Kabupaten di Taman Ayu Diusulkan DPR RI Tahun 2027

Giri Menang (Suara NTB) – Kerusakan jalan kabupaten di Desa Taman Ayu, Kecamatan Gerung, Lombok Barat (Lobar) menjadi perhatian serius kalangan DPR RI. Di tengah keterbatasan anggaran pembangunan infrastruktur, kondisi jalan yang dikeluhkan warga, dan belum tersentuh perbaikan selama sekitar delapan tahun.

Senin 26 Oktober 2026, Anggota Komisi V DPR RI dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Abdul Hadi, turun langsung meninjau kondisi jalan tersebut. Kunjungan ini sekaligus menjadi bagian dari upaya mengawal usulan pembangunan agar dapat masuk dalam skema pendanaan pemerintah pusat.

Abdul Hadi mengungkapkan, berdasarkan perkiraan yang disampaikannya, sekitar 50 persen jalan kabupaten berada dalam kondisi tidak mantap atau membutuhkan penanganan. Sementara itu, kondisi jalan provinsi dinilainya relatif lebih baik, dengan tingkat kemantapan diperkirakan mencapai 60 hingga 70 persen.

“Kalau kita rata-ratakan, hampir setengah kondisi jalan kabupaten kita belum layak atau belum mantap. Ini menjadi pekerjaan besar yang perlu diselesaikan secara bertahap,” ujarnya, kemarin.

Menurutnya, keterbatasan kemampuan fiskal pemerintah daerah menjadi salah satu tantangan dalam mempercepat pembangunan infrastruktur, terutama setelah adanya penyesuaian alokasi anggaran dari pemerintah pusat.Untuk membantu mengatasi persoalan tersebut, Abdul Hadi menyebut pihaknya berupaya mengawal sejumlah usulan pembangunan jalan daerah melalui program Instruksi Presiden (Inpres) Jalan Daerah maupun Dana Alokasi Khusus (DAK).

“Kami sudah mencoba mengawal beberapa ruas jalan kabupaten agar bisa mendapatkan dukungan melalui program Inpres Jalan Daerah maupun DAK. Harapannya, semakin banyak usulan yang dapat diwujudkan sehingga kondisi infrastruktur daerah terus membaik,” katanya.

Khusus di Lombok Barat, Abdul Hadi menyampaikan bahwa usulan penanganan jalan melalui DAK yang sedang dikawal mencakup ruas di Desa Taman Ayu dan wilayah Sekotong. Namun, ia menegaskan bahwa usulan tersebut masih harus melalui tahapan pembahasan dan penyesuaian dengan ketersediaan anggaran.

Ruas jalan Desa Taman Ayu menjadi salah satu yang mendapat perhatian karena tingkat kerusakannya dinilai cukup parah. Penanganan jalan tersebut diharapkan dapat diperjuangkan untuk masuk dalam perencanaan anggaran tahun 2027.

“Untuk jalan Taman Ayu, rencananya pembahasannya diarahkan pada APBD 2027. Dari sisi APBN, dukungan melalui Dana Alokasi Khusus juga sedang kami siapkan untuk dikawal sesuai mekanisme yang berlaku,” ucapnya.

Abdul Hadi turut menyoroti persoalan kendaraan dengan muatan berlebih yang melintasi jalan kabupaten. Menurutnya, kelas dan kapasitas jalan kabupaten berbeda dengan jalan provinsi maupun jalan nasional sehingga penggunaannya harus disesuaikan dengan kemampuan konstruksi jalan.

Ia menjelaskan, pembahasan regulasi mengenai kendaraan dengan muatan dan dimensi berlebih masih menghadapi tarik-menarik kepentingan. Di satu sisi, pemerintah perlu menjaga daya tahan infrastruktur, sementara di sisi lain aktivitas transportasi turut menopang pertumbuhan ekonomi.

“Jalan kabupaten memiliki kelas dan batas kemampuan tertentu. Karena itu, kendaraan yang melintas harus memperhatikan kapasitas jalan agar kerusakan tidak terus berulang. Kita perlu mencari titik temu antara perlindungan infrastruktur dan kebutuhan pertumbuhan ekonomi,” tegasnya.

Selain jalan, Abdul Hadi juga menerima catatan mengenai kebutuhan pembangunan jembatan gantung yang diusulkan pemerintah daerah. Kendati demikian, realisasi setiap usulan tetap bergantung pada prioritas pembangunan dan kemampuan anggaran.

Kepala Desa Taman Ayu, M Tajudin, menyambut positif kunjungan Abdul Hadi yang melihat langsung kondisi jalan di wilayahnya. Ia berharap perhatian tersebut menjadi langkah awal untuk mempercepat perbaikan infrastruktur yang selama ini dinantikan masyarakat.

Menurut Tajudin, ruas jalan yang diusulkan untuk ditangani memiliki panjang sekitar 2,3 kilometer. Ia menyebut jalan tersebut belum pernah diperbaiki selama kurang lebih delapan tahun selama masa jabatannya.

“Kami berterima kasih kepada anggota Komisi V DPR RI, Abdul Hadi, yang telah turun langsung melihat kondisi jalan di Desa Taman Ayu. Kerusakannya memang cukup parah dan membutuhkan penanganan segera,” katanya.

Ia mengaku optimistis setelah mendengar rencana pengawalan anggaran untuk tahun 2027. Meski demikian, pemerintah desa masih menunggu kepastian realisasi pembangunan agar masyarakat dapat segera merasakan manfaatnya.

“Informasi mengenai rencana perbaikan pada 2027 tentu menjadi kabar baik bagi kami. Panjang jalan yang diusulkan sekitar 2,3 kilometer. Mudah-mudahan prosesnya berjalan lancar dan pembangunan benar-benar bisa terealisasi,” ujarnya.

Tajudin juga menyoroti aktivitas kendaraan berat yang melintasi ruas tersebut, termasuk kendaraan pengangkut semen. Menurutnya, beban kendaraan yang melampaui kemampuan jalan berpotensi mempercepat kerusakan, meskipun jalan sebelumnya telah dibangun dengan konstruksi yang baik.

Ia menilai persoalan tersebut perlu menjadi perhatian bersama, terutama dalam pengaturan kapasitas kendaraan dan pemeliharaan infrastruktur di kawasan yang memiliki aktivitas industri.

“Kalau hanya dilalui pejalan kaki, tentu kerusakan seperti ini tidak akan terjadi dengan cepat. Kendaraan berat dengan muatan berlebih bisa memberikan tekanan besar terhadap jalan. Karena itu, perbaikan perlu dibarengi perhatian terhadap kapasitas kendaraan yang melintas,” tuturnya.

Selain mendukung aktivitas masyarakat, jalan tersebut juga memiliki peran dalam menunjang mobilitas kendaraan yang berkaitan dengan kegiatan industri di kawasan Taman Ayu. Kondisi jalan yang rusak dikhawatirkan semakin menyulitkan pengguna ketika intensitas hujan meningkat. Tajudin berharap pemerintah segera menindaklanjuti rencana perbaikan mengingat musim hujan akan segera tiba. Ia juga mengapresiasi kesediaan Abdul Hadi untuk mengawal usulan tersebut melalui jalur pendanaan yang tersedia.

“Kami berharap perbaikan ini bisa segera direalisasikan karena kerusakannya sudah berlangsung cukup lama. Apalagi musim hujan segera datang. Terima kasih atas perhatian dan pengawalan yang diberikan, mudah-mudahan rencana ini benar-benar terwujud,” pungkasnya. (her)

IKLAN

spot_img
RELATED ARTICLES

IKLAN












VIDEO