BerandaNTBLOMBOK BARATDugaan Keracunan MBG Belasan Santri, Operasional SPPG di Lingsar Diberhentikan Sementara

Dugaan Keracunan MBG Belasan Santri, Operasional SPPG di Lingsar Diberhentikan Sementara

Giri Menang (Suara NTB) – Satgas Makan Bergizi Gratis (MBG) Kabupaten Lombok Barat (Lobar) menindaklanjuti adanya laporan dugaan keracunan yang dialami belasan santri di salah satu Pondok Pesantren wilayah Lingsar pada akhir pekan kemarin. Satgas MBG pun langsung memberikan penghentian sementara atau suspend terhadap operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Lingsar.

Kepala Desa Lingsar, Sahyan yang dikonfirmasi media, Rabu (28/10/2026) menyampaikan, terdapat hampir 16 anak yang diduga alami keracunan. Persoalan ini pun tengah ditangani pihak Satgas dan Polsek setempat.

Dijelaskan, para santri itu mengalami lemas setelah mengkonsumsi susu yang tersaji dalam menu MBG pada Jumat (23/10/2026). ‎”Mereka cuma lemas aja, gak ada yang sampai pingsan. Diduga karena susu,” bebernya.

‎Untuk saat ini, diakuinya bahwa kasus keracunan tersebut tengah ditangani oleh Polsek Lingsar.

‎

‎Sementara itu, Ketua Satgas MBG Lobar, Saeful Akhkam menuturkan setelah menerima laporan dugaan keracunan tersebut, pihaknya langsung melakukan klarifikasi terhadap SPPG terkait.

‎”Langsung kita klarifikasi. Setelah diklarifikasi, memang menyalahi prosedur,” jelas Ahkam.‎

Ia menegaskan, bahwa sesuai arahan dari Badan Gizi Nasional (BGN), saat ini menu MBG sudah tidak boleh lagi menyajikan susu.

Setelah ditemukan adanya pelanggaran prosedur, pihaknya pun langsung melayangkan suspend terhadap SPPG tersebut.‎

“Akhirnya sesuai hasil klarifikasi, langsung di-suspend untuk 20 hari ke depan. Sambil ada perbaikan prosedur penyajian dan SOP lainnya,” tegas pria yang juga menjabat sebagai Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Lobar ini.

‎

‎Bahkan Satgas juga mengarahkan agar pemberian sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) dapur terkait juga ditunda, hingga batas waktu perbaikan selama suspend masih berlaku.‎

“Terkait materi apa yang membuat keracunan, Dinas Kesehatan (Dikes) sudah langsung mengambil sampel untuk diteliti,” imbuhnya.

‎

‎Dikonfirmasi terpisah mengenai penyebab kasus dugaan keracunan santri di Lingsar tersebut, Kepala Dinas Kesehatan Lobar, Erni Suryana mengaku pihaknya masih menunggu hasil uji laboratorium.‎”Kita tunggu hasii Labnya dulu ya. Biasanya tujuh hari baru bisa kita dapatkan hasilnya,” pungkas Erni. (her)

IKLAN

spot_img
RELATED ARTICLES

IKLAN












VIDEO