PEMERINTAH Kelurahan Ampenan Tengah, Kecamatan Ampenan, berupaya mencegah potensi aksi susulan akibat aksi kriminal para remaja. Langkah antisipasi dilakukan dengan merangkul para tokoh agama dan tokoh masyarakat guna meredam emosi remaja serta menjaga kondusivitas wilayah.
Upaya ini ditempuh menyusul insiden penganiayaan berupa pembacokan yang melibatkan sekelompok remaja pada Minggu (25/10/2026). Peristiwa tragis tersebut mengakibatkan tiga orang menjadi korban, salah satu korban meninggal dunia yang merupakan warga Kampung Melayu, Kelurahan Ampenan Tengah.
Lurah Ampenan Tengah, Rumli, menyampaikan bahwa pihak kelurahan secara aktif turun ke lapangan untuk menemui para tokoh guna menyampaikan imbauan dan pemahaman kepada masyarakat.
“Sebagai bentuk antisipasi, kami terus menyambangi tokoh-tokoh agama dan masyarakat secara berkeliling untuk meredam emosi para remaja agar situasi tetap kondusif,” ujar Rumli, Jumat (30/10).
Tak hanya melakukan pendekatan kepada para tetua dan ulama setempat, pihak kelurahan juga secara khusus mengumpulkan kelompok-kelompok remaja di wilayah Ampenan Tengah. Dalam pertemuan tersebut, mereka diberikan pengarahan langsung mengenai bahaya provokasi di media sosial serta dampak hukum dari aksi main hakim sendiri.
Rumli menekankan pentingnya peran orang tua dan kesadaran pribadi para remaja untuk membatasi aktivitas luar rumah pada malam hari guna menghindari potensi gesekan yang tidak diinginkan.
“Kami sudah kumpulkan para remaja pascakejadian untuk memberikan pengarahan dan pemahaman,” ucapnya.
Di samping jalur persuasif, pengawasan fisik di lapangan turut ditingkatkan. Pemerintah Kelurahan Ampenan Tengah bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Ampenan, yang terdiri dari unsur TNI, Polri, dan Satpol PP, menggalakkan patroli keamanan berskala berkala.
Patroli gabungan ini tidak hanya berfokus di satu titik, melainkan menyisir sejumlah lokasi rawan di beberapa kelurahan tetangga secara bertahap di bawah kendali Pemerintah Kecamatan Ampenan.
“Patroli gabungan ini rutin kami gelar, biasanya dimulai menyisir jalanan mulai pukul 22.00 WITA. Mengenai durasi hingga batas waktu patroli setiap malamnya, kami menyesuaikan dengan dinamika kondisi di lapangan serta kesepakatan tim pengamanan,” jelas Rumli. (pan)



