Mataram (Suara NTB) – Turunnya hujan dengan durasi singkat di sebagian wilayah NTB, bukan diakibatkan periode musim hujan telah masuk. Hujan sebentar terjadi akibat gelombang atmosfer Madden-Julian Oscillation (MJO) aktif.
Prakirawan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Zainul Abdul Majid, Rafa Zafirah menuturkan, Provinsi NTB saat masih berada di musim kemarau dengan pengaruh el nino yang kuat, sehingga awal musim hujan diperkirakan mundur hingga November-Desember 2026.
Ia menambahkan, hujan yang terjadi di beberapa wilayah bersifat lokal. Hal ini dipicu aktifnya gelombang atmosfer MJO (Madden-Julian Oscillation) yang meningkatkan kelembapan udara.
“Jadi ini belum menandakan masuknya musim hujan,” ujarnya, Jumat (30/10).
Hujan lokal ini tidak dapat dipastikan akan terus turun. Pasalnya, fenomena iklim tersebut terjadi lantaran aktifnya gelombang atmosfer.
“Sehingga apabila tidak terjadi gelombang atmosfer yang mendukung peningkatan kelembaban udara,maka cuaca akan kembali kering seperti sedia kala dikarenakan masih terjadi el-nino kuat,” terang Rafa.
Di beberapa wilayah, hujan sebentar mengakibatkan sampah menyumbat aliran sungai. Ia mengimbau masyarakat perlu mengantisipasi potensi dampak hujan dengan intensitas sedang tersebut.
Upaya yang dapat dilakukan antara lain menjaga kebersihan saluran air, selokan, dan sungai dari sampah sebelum hujan berikutnya, serta menghindari bantaran sungai dan lereng rawan saat terjadi hujan lebat.
“Masyarakat juga diharapkan dapat memantau informasi cuaca dan informasi awal musim hujan resmi dari BMKG,” pungkasnya. (sib)



