Mataram (Suara NTB) – Upaya menghadirkan perspektif baru dalam memahami dan membangun interaksi dengan Al-Qur’an terus dikembangkan kalangan akademisi Universitas Islam Negeri (UIN) Mataram dan Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP). Melalui inisiatif dan penyelenggaraan Tim Peneliti MoRA The Air Funds, sebuah workshop validasi model dan finalisasi buku bertajuk “Al-Qur’an sebagai Komunikasi: Struktur, Pola, dan Fungsi” digelar di Ruang Pertemuan Terbuka Lesehan Taliwang Nada Sayang-sayang, Kota Mataram, Sabtu (31/10/2026).
Kegiatan yang mendapat dukungan UIN Mataram dan LPDP ini menghadirkan dosen, akademisi, pakar bahasa, pakar pendidikan, pakar komunikasi, praktisi pendidikan, kalangan pondok pesantren, serta sejumlah undangan dari berbagai latar belakang keilmuan. Forum tersebut dirancang sebagai ruang pengujian akademik, validasi konseptual, dan penyempurnaan formulasi model komunikasi Al-Qur’an sebelum naskah memasuki tahap penerbitan.
Buku ini merupakan hasil penelitian tim yang diketuai Prof. Dr. H. Ahmad Amir Aziz, M.Ag., bersama Dr. M. Firdaus, M.S.I., Nurlita Lestiriani, M.Pd., Ahmad Nurjihadi, M.Ag., Lalu Supawan, M.E.I., M. Asrorul Hopi, S.T.Com., dan Muhammad Syahrowi, S.E.
Dalam pemaparannya, Prof. Ahmad Amir Aziz menjelaskan bahwa buku setebal 401 halaman yang terdiri atas 13 bab tersebut dirancang sebagai karya induk teoretis (master book) sekaligus fondasi epistemologis pengembangan Qur’an Smart Learning (QSL). Karya ini menawarkan pendekatan integrasi-interkoneksi dengan mempertemukan khazanah keilmuan Islam dan teori-teori modern, meliputi pragmatik bahasa, teori komunikasi, bahasa adabi, ilmu tafsir, dan pendidikan.
Salah satu substansi penting yang menjadi perhatian dalam workshop ini adalah validasi Model S-H:R|C sebagai formulasi pemodelan komunikasi Al-Qur’an. Model tersebut menjadi bagian dari ikhtiar akademik tim peneliti untuk merumuskan kerangka konseptual mengenai struktur, pola, relasi, dan fungsi komunikasi Al-Qur’an. Melalui pendekatan ini, Al-Qur’an tidak hanya dikaji sebagai teks untuk dibaca dan ditafsirkan, tetapi juga sebagai komunikasi ilahi yang memiliki struktur, pola relasional, serta fungsi yang perlu dipahami secara lebih komprehensif.
M. Firdaus menjelaskan bahwa bangunan buku disusun secara sistematis, diawali dengan pembahasan berbagai kegelisahan akademik mengenai hubungan komunikasi antara Allah, Al-Qur’an, dan manusia, kemudian diarahkan pada perumusan hierarki fungsi komunikasi Al-Qur’an pada bab ke-13. Formulasi tersebut menjadi landasan teoretis dan metodologis bagi pengembangan model interaksi baru dengan Al-Qur’an, termasuk implementasinya dalam Qur’an Smart Learning.
Untuk menguji kekuatan epistemologis dan kelayakan akademik karya tersebut, workshop menghadirkan sejumlah validator lintas disiplin, yakni Prof. Muhammad Taufiq, Guru Besar Ilmu Tafsir dan Direktur Pascasarjana IAIH Pancor Lombok Timur; Prof. Muhammad Sa’i, Guru Besar Tafsir Kontemporer; Dr. Saiful Ahyar, pembelajar Pragmatika Al-Qur’an; serta Dr. Syuhada, akademisi bidang Ilmu Komunikasi.
Para validator memberikan apresiasi terhadap keberanian intelektual tim peneliti dalam membangun jembatan keilmuan antara studi Al-Qur’an dan teori-teori modern. Namun, sejumlah catatan kritis juga disampaikan untuk memperkuat kualitas buku sebagai karya referensi teoretis. Di antaranya, perlunya mempertegas distingsi antara wahyu sebagai produk komunikasi ilahi dan persepsi manusia terhadap teks, memperkuat fondasi epistemologi Ulumul Qur’an, serta memperjelas posisi Allah dan manusia dalam konstruksi komunikasi interaktif.
Selain itu, aspek kontekstualisasi komunikasi Al-Qur’an di era digital, konsistensi penerapan konsep pragmatik seperti lokusi, ilokusi, dan perlokusi, serta harmonisasi teori komunikasi modern dengan struktur komunikasi adabi Al-Qur’an menjadi bagian penting dari rekomendasi penyempurnaan naskah.
Workshop berlangsung sangat dinamis melalui diskusi, pengujian argumentasi, dan pertukaran perspektif lintas disiplin. Seluruh masukan para validator dan peserta akan menjadi bahan revisi serta penajaman substansi buku sebelum diterbitkan termasuk masukan dari salah seorang Dosen Universitas Mataram Handa Handalusia Husni yang berlatar belakang Matematika yang menyoroti pemodelan dalam teoritiknya yang memerlukan panguatan dan pengayaan lebih tajam.
Tim Peneliti MoRA The Air Funds UIN Mataram kali ini memberikan kontribusi kebaruan yang unik dengan harapan dapat dijangkau lebih luas bagi pengembangan ilmu-ilmu Al-Qur’an. Buku “Al-Qur’an sebagai Komunikasi: Struktur, Pola, dan Fungsi” sehingga melahirkan kerangka berpikir dan metodologi baru dalam memahami komunikasi ilahi, membangun interaksi manusia dengan Al-Qur’an, serta mengembangkan pembelajaran Al-Qur’an yang lebih kontekstual, integratif, dan relevan dengan tantangan zaman. (r)



