BerandaEKONOMIAwasi Distribusi Beras SPHP, Bulog Perkuat Sinergi dengan Polda NTB

Awasi Distribusi Beras SPHP, Bulog Perkuat Sinergi dengan Polda NTB

Mataram (Suara NTB) – Perum Bulog Kantor Wilayah NTB mengapresiasi komitmen dan peran aktif Polda NTB, khususnya Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) dalam tim Satgas Pangan Polri, dalam mengawal dan mengawasi distribusi beras program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP).


Apresiasi disampaikan menyusul keberhasilan Ditreskrimsus Polda NTB mengungkap dugaan penyalahgunaan beras SPHP di wilayah Lombok Barat dan Lombok Tengah.


“Kami menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Kapolda NTB beserta jajaran, khususnya Ditreskrimsus pada Satgas Pangan Polri, atas dukungan dan kerja sama yang selama ini terjalin dengan sangat baik. Kehadiran Polri benar-benar sangat membantu Bulog dalam mengawal distribusi beras SPHP agar berjalan sesuai ketentuan dan tepat sasaran,” ungkap Pemimpin Wilayah Perum Bulog Kanwil NTB, Kamin Siregar.


Menurutnya, pengawasan distribusi beras SPHP merupakan tanggung jawab bersama yang membutuhkan sinergi kuat antara Bulog, kepolisian, pemerintah daerah, dan seluruh pemangku kepentingan.


“Bulog tentu tidak dapat bekerja sendiri. Dukungan Polri, khususnya Satgas Pangan, memberikan penguatan yang sangat berarti bagi kami. Dengan adanya pengawasan bersama, potensi penyimpangan dapat dideteksi lebih dini, sekaligus memberikan kepastian bahwa program pemerintah benar-benar ditujukan untuk kepentingan masyarakat,” jelasnya.


Regar juga menegaskan bahwa keberhasilan pengungkapan tersebut merupakan salah satu hasil positif dari kerja sama yang terus dibangun antara Bulog dan Polda NTB.


“Ini merupakan bukti nyata pentingnya sinergi antarlembaga. Kami berharap kolaborasi yang sudah berjalan baik ini semakin kuat, sehingga distribusi beras SPHP semakin tertib, transparan, dan manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat NTB,” tambahnya.


Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda NTB, Kombes Pol. Ade Zamrah, S.I.K., M.H., menegaskan bahwa keberhasilan pengawasan dan pengungkapan dugaan penyimpangan distribusi beras SPHP tidak terlepas dari sinergi dan komunikasi yang baik antara Polda NTB dan Bulog Kanwil NTB.
“Polri dan Bulog memiliki komitmen yang sama, yaitu memastikan program pemerintah berjalan dengan baik dan manfaatnya sampai kepada masyarakat,” tegasnya.

Ade menjelaskan bahwa Polda NTB melalui Ditreskrimsus pada Satgas Pangan Polri akan terus hadir sebagai mitra strategis Bulog dalam menjaga kelancaran dan ketertiban distribusi beras SPHP.


“Komitmen kami jelas, Polda NTB akan terus mengawal distribusi beras SPHP, mulai dari pengawasan, pencegahan, hingga penegakan hukum apabila ditemukan penyimpangan. Kami ingin memastikan tidak ada pihak yang menyalahgunakan program pemerintah untuk kepentingan pribadi dengan merugikan masyarakat,” lanjutnya.


Lebih jauh, Dirreskrimsus menekankan bahwa sinergi antara Polri dan Bulog merupakan bentuk kehadiran negara dalam menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan.


“Pengawasan pangan bukan hanya persoalan penegakan hukum, tetapi juga menyangkut perlindungan masyarakat dan keberhasilan program strategis pemerintah. Karena itu, kolaborasi ini akan terus kami perkuat secara berkelanjutan,” jelasnya.


Kolaborasi Polda NTB dan Bulog Kanwil NTB terus diperkuat melalui koordinasi, pertukaran informasi, pemantauan distribusi, serta pengawasan terhadap potensi penyimpangan komoditas pangan strategis.


Kedua lembaga berkomitmen meningkatkan langkah preventif, memperkuat deteksi dini, serta memastikan distribusi beras SPHP berjalan sesuai ketentuan pemerintah. (bul)

IKLAN

spot_img
RELATED ARTICLES

IKLAN












VIDEO