BerandaNTBProgram Transmigrasi, Pemkab Sumbawa Siapkan 26 Hektare Lahan di Labangka

Program Transmigrasi, Pemkab Sumbawa Siapkan 26 Hektare Lahan di Labangka

Sumbawa Besar (suarantb.com)– Pemerintah Kabupaten Sumbawa mengaku telah menyiapkan lahan dengan luas sekitar 26 hektare yang akan dijadikan sebagai lokasi program transmigrasi industri termasuk hilirisasi program kelautan perikanan.

“Labangka akan kita jadikan sebagai lokasi prioritas. Kalau dulu transmigrasi mengirimkan orang sekarang transmigrasi tidak lagi mengirimkan orang melainkan mendatangkan program ke daerah,” kata Bupati Sumbawa, Ir. H. Syarafuddin Jarot, kepada Suara NTB, Jumat (12/12).

Bupati Jarot melanjutkan, Labangka ini nantinya akan didorong sebagai pusat ekonomi baik di bidang peternakan, pertanian, dan perikanan. Penyiapan lahan dilakukan pemerintah sebagai bentuk komitmen dalam mendukung program tersebut termasuk hilirisasi terhadap programnya.
“Jadi, sebagai lokasi transmigrasi industri kami akan jadikan Labangka ini sebagai kawasan industri apalagi di lokasi itu juga ada program food estate,” ujarnya.

Pemerintah lanjut Bupati Jarot akan berangkat ke Jakarta untuk melakukan presentasi ke Kementerian dengan harapan Labangka bisa masuk dalam lokasi industri baru. Bahkan di lokasi ini akan dijadikan sebagai lokasi sentra produksi garam rakyat, dan program peternakan unggas terintegrasi.

“Kalau untuk peternakan unggas terintegrasi rencana nilai investasi mencapai Rp1,6 triliun. Inilah yang akan kita dorong ke pemerintah pusat agar bisa disetujui,” ucapnya.

Ia juga berharap dengan adanya pengembangan KEK Samota ini akan memberikan manfaat terhadap penguatan ekosistem pengembangan komoditas unggulan daerah. Seperti pertanian, perkebunan, peternakan, sentra garam, dan rumput laut, perikanan dan kelautan.

Selain itu, pemerintah juga terus mendorong agar KEK Samota bisa terwujud termasuk juga ekonomi biru. Pengembangan ke sektor tersebut menjadi komitmen pemerintah untuk memperkuat kapasitas fiskal daerah untuk pendanaan pembangunan daerah.

“Potensi alam yang kita miliki harus mampu kita kelola sebaik-baiknya sebagai salah satu modal dalam pembangunan serta mengeksplorasi kemajuan ekonomi di pulau Sumbawa,” tukasnya.
Sementara itu, Pemprov NTB terus menunjukkan komitmennya dalam memperkuat sektor-sektor potensial daerah, seperti pertanian, kelautan, pariwisata, dan sejumlah sektor lainnya.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi NTB, Dr.Ir.H. Iswandi, M.Si mengatakan, setiap sektor memiliki peran strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi. Termasuk pada skala desa.

Dalam RPJMD pemerintah daerah telah menetapkan arah pemgembangan sektor-sektor potensial melalui program unggulan Agromaritim yang fokusnya untuk membentuk eko sistem industri Agromaritim dari hulu ke hilir. Dukungan diprioritaskan untuk menguatkan swasembada pangan serta hilirisasi dan industri pengolahan.

“Sektor-sektor potensial tetap menjadi tulang punggung ekonomi masyarakat kita. Pemerintah terus memberikan dukungan, misal pada sektor pertanian, seperti mulai dari penyediaan benih unggul, pupuk, hingga fasilitasi pemasaran hasil panen,” ujarnya. Langkah ini, lanjut Iswandi, sebagai bagian dari strategi pembangunan ekonomi daerah yang berkelanjutan dan berbasis potensi lokal.

“Masing-masing daerah, tentu memiliki potensi pada sektor yang berbeda-beda. Itu yang akan kita upayakan untuk terus dikembangkan,” ujarnya. (ils/r)

IKLAN

RELATED ARTICLES

IKLAN





VIDEO