Mataram (suarantb.com) – Tulisan sejumlah siswa di Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) menjadi sorotan pihak sekolah. Hasil tulisan tangan siswa yang kurang rapi, bahkan tak terbaca sama sekali dinilai menjadi faktor lemahnya minat belajar siswa.
Kondisi ini memerlukan perhatian lebih, lantaran berkaitan langsung dengan efektivitas kegiatan belajar mengajar (KBM) di lingkungan satuan pendidikan.
Plt. Kepala SMPN 12 Mataram, Abdul Kadir, pada Jumat (19/12/2025), turut mengeluhkan kondisi yang dihadapi siswa-siswinya. Ia membeberkan, lima sampai sepuluh siswa per kelas di sekolahnya memiliki hasil tulisan tangan yang kurang rapi dan jelas.
“Kondisi riil beberapa peserta didik kami tulisan tangannya kurang bagus. Tulisannya kecil-kecil dan bahkan tidak terbaca sama sekali,” akunya.
Menurutnya, tulisan tangan sejatinya mesti jelas, mudah dibaca, dan konsisten dalam bentuk huruf, ukuran, serta spasi antar huruf dan kata, dengan garis dasar yang rata atau sejajar, kemiringan yang seragam.
Dengan spesifikasi tulisan yang ia sebut itu diyakini dapat menciptakan estetika yang rapi dan menyenangkan secara visual.
Selain indah secara visual, tulisan tangan yang rapi dan terstruktur juga dapat memicu meningkatnya motivasi belajar siswa. “Dengan memiliki tulisan tangan yang baik, maka besar kemungkinan bagi siswa untuk senang membaca kembali tulisannya sendiri,” ujarnya.
Di sisi lain, rapi dan jelasnya tulisan tangan merupakan representasi karakter yang detail, teratur, dan terorganisasi.
Karakter-karakter tersebut menurut Abdul Kadir mesti perlu siswa-siswinya miliki. Dengan demikian, kemampuan menulis rapi dan indah juga harus menjadi kebiasaan murid-muridnya. “Kondisi ini mutlak perlu dimiliki setiap anak,” tekannya.
Oleh karena itu, SMPN 12 Mataram berencana memprogramkan pelatihan menulis bagi murid-murid pada awal semester genap. Melalui program bernama “Tulisanku Kepribadianku”, para murid akan diajarkan bagaimana menulis rapi dan terstruktur.
“Uji coba akan dilakukan seminggu pertama. Siswa latihan menulis 15 menit menjelang keluar main setiap hari,” kata Abdul Kadir.
Melalui program ini, ia berharap tulisan siswa-siswinya semakin baik dan berkualitas. “Harapannya siswa terbiasa menulis yang baik. Tulisannya jelas, terbaca, dan konsisten. Sehingga mereka semakin semangat dalam belajar,” tandasnya. (sib)


