Rabu, Maret 11, 2026

BerandaGAYA HIDUPRuslan Abdul Gani, Akhiri Pengabdian di Pemerintahan, Kembali ke Habitat sebagai Advokat

Ruslan Abdul Gani, Akhiri Pengabdian di Pemerintahan, Kembali ke Habitat sebagai Advokat

Mataram (Suara NTB) –

Malam Selasa, 30 Desember 2025, Lesehan Kalisari di kawasan Sayang-Sayang, Kota Mataram, menjadi saksi kehangatan silaturahmi yang sarat makna. Di tempat sederhana itu, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Dalam Negeri (Bakesbangpoldagri) Provinsi NTB, H. Ruslan Abdul Gani, SH., MH., berkumpul bersama seluruh stafnya.

Bukan sekadar makan malam bersama, tetapi sebuah pertemuan batin menjelang berakhirnya masa pengabdian selama lebih dari tiga dekade di Pemerintah Provinsi NTB.Tanggal 31 Desember 2025 menjadi penanda akhir perjalanan birokrasi Ruslan.

Namun malam itu, yang mengemuka justru rasa syukur dan terima kasih. Dengan nada tenang dan penuh keakraban, Ruslan menyampaikan apresiasi mendalam kepada seluruh jajaran Bakesbangpoldagri.

“Terima kasih kepada seluruh staf. Kegiatan kita yang paling penting adalah administrasi yang baik dalam bekerja,” ujarnya.

Bagi Ruslan, administrasi bukan sekadar urusan meja dan berkas. Ia adalah fondasi utama tata kelola pemerintahan. Karena itu, ia mengaku selalu berusaha agar seluruh urusan administrasi bisa diselesaikan tepat waktu, bahkan sebelum dirinya resmi purna tugas.

“Saya berusaha agar administrasi bisa diselesaikan tanggal 15 Desember 2025. Ini penting,” katanya.

Pesan itu bukan tanpa alasan. Selama puluhan tahun berkarier, Ruslan menyaksikan sendiri bagaimana banyak pejabat tersandung masalah bukan karena niat buruk, melainkan kelalaian administrasi.

“Banyak pejabat terkena masalah hanya karena administrasi,” ia mengingatkan, sembari berharap Bakesbangpoldagri tetap menjadi contoh bagi OPD lain di NTB.

Menurutnya, staf Kesbangpol adalah orang-orang luar biasa—mampu memahami pekerjaan, menyelesaikan tugas secara benar, dan bekerja dengan kesadaran penuh akan tanggung jawab.

Tak heran jika ia merasa sangat menikmati setiap fase tugas di instansi ini.“Saya sangat enjoy di Bakesbangpoldagri. Beberapa kali diminta pindah ke luar, tapi saya tidak tertarik,” ungkapnya jujur.

Ruslan Abdul Gani bukan sosok birokrat biasa. Selama 33 tahun bekerja di Pemprov NTB, ia telah menempuh lintasan karier yang panjang dan beragam.

Ia mengawali pengabdian di Kantor Wilayah Kementerian Sosial NTB, sebelum kemudian berpindah ke berbagai posisi strategis di lingkup Pemprov NTB.Ia pernah menjabat Kepala Bagian Bantuan Hukum Biro Hukum Setda NTB, bertugas di Dinas Sosial, kembali dipercaya menjadi Kepala Biro Hukum pada era Gubernur Dr. TGH. M. Zainul Majdi, lalu dipromosikan sebagai Staf Ahli Gubernur.

Setelah itu, tanggung jawab besar diembannya sebagai Kepala Pelaksana BPBD Provinsi NTB, hingga akhirnya dipercaya memimpin Bakesbangpoldagri Provinsi NTB..

Bahkan, perwakilan dari Organisasi Perangkat Daerah yang sebelumnya pernah ditugaskan datang memenuhi undangan silaturahmi.

Dalam posisinya, komunikasi menjadi kunci. Ruslan menegaskan bahwa dirinya harus siap berkomunikasi 24 jam dengan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda). Stabilitas daerah, menurutnya, tidak mengenal jam kerja.Meski demikian, purna tugas bukan akhir dari pengabdian.

Setelah tak lagi berada di pemerintahan, Ruslan berencana kembali ke “habitat”-nya. Sebelum menjadi birokrat, ia adalah seorang pengacara. Dunia hukum itulah yang kembali ia pilih.“Saya akan kembali sebagai advokat,” katanya.

Keputusan itu diambil setelah berdiskusi panjang dengan istri. Awalnya, Ruslan sempat merencanakan menjadi Widyaiswara, berbagi pengalaman kepada generasi aparatur berikutnya. Namun, panggilan profesi membuatnya kembali ke jalur advokasi.

Selain itu, ia juga berencana lebih aktif kembali di Muhammadiyah, organisasi yang telah lama menjadi bagian dari perjalanan hidupnya.

Malam di Lesehan Kalisari pun ditutup dengan obrolan ringan dan canda. Namun di balik suasana santai itu, tersimpan keteladanan tentang arti loyalitas, integritas, dan kesungguhan dalam bekerja.

Bagi Ruslan Abdul Gani, pengabdian bukan soal jabatan, melainkan tentang meninggalkan jejak kebaikan dan sistem kerja yang benar.Dan ketika langkahnya meninggalkan kantor pemerintahan, warisan nilai itu tetap tinggal—hidup dalam administrasi yang rapi, kerja yang jujur, dan semangat pengabdian yang tak lekang oleh waktu. (ham)

IKLAN

RELATED ARTICLES
IKLAN





VIDEO