Giri Menang (suarantb.com) – SDN 3 Buwun Mas menjadi langganan banjir. Hampir tiap kali hujan, Sekolah ini tergenang. Dampak paling parah pada saat banjir melanda Selasa (13/1/2026) lalu. Bencana tersebut menyebabkan buku tulis dan alat belajar para siswa rusak dan tidak dapat digunakan, sehingga sekolah ini membutuhkan dukungan alat belajar pascabanjir.
Kepala SDN 3 Buwun Mas, Dahman, menyampaikan bahwa banjir tidak hanya berdampak pada kondisi fisik sekolah, tetapi juga menghilangkan sebagian besar perlengkapan belajar milik siswa. Akibatnya, kegiatan belajar mengajar terpaksa berjalan terbatas karena ketiadaan buku tulis dan alat belajar.
“Buku tulis anak-anak hancur terkena banjir. Sampai sekarang siswa belum bisa belajar seperti biasa karena tidak memiliki perlengkapan belajar,” ungkap Dahman.
Saat ini, SDN 3 Buwun Mas memiliki sebanyak 103 siswa yang seluruhnya terdampak kondisi tersebut. Pihak sekolah berupaya tetap memberikan pendampingan kepada siswa. Namun keterbatasan sarana belajar menjadi kendala utama dalam pelaksanaan pembelajaran.
Oleh karena itu, pihak sekolah berharap adanya perhatian dan dukungan dari berbagai pihak, baik pemerintah, lembaga sosial, dunia usaha, maupun masyarakat luas. Bantuan berupa buku tulis dan alat belajar sangat dibutuhkan agar proses belajar mengajar dapat kembali berjalan dengan normal.
“Semoga para dermawan, lembaga sosial, maupun masyarakat luas berkenan membantu siswa-siswi kami di SDN 3 Buwun Mas. Bantuan sekecil apa pun sangat berarti bagi masa depan mereka,” harapnya.
Pihak sekolah optimistis, dengan adanya kepedulian bersama, semangat belajar para siswa akan kembali tumbuh dan aktivitas pendidikan di SDN 3 Buwun Mas dapat segera pulih pasca bencana banjir. (her)


