spot_img
Senin, Februari 23, 2026
spot_img
BerandaNTBLOMBOK BARATPercepat Penanganan, Pemkab Lobar Siapkan Posko Dapur Umum dan Sekber Bencana

Percepat Penanganan, Pemkab Lobar Siapkan Posko Dapur Umum dan Sekber Bencana

 

Giri Menang (suarantb.com) – Pemerintah Kabupaten Lombok Barat (Pemkab Lobar) menyiapkan posko dapur umum dan Sekretariat Bersama (Sekber) penanganan bencana alam. Keberadaan Dapur Umum dan Sekber ini sebagai upaya mempercepat penanganan bencana yang melanda sejumlah daerah setempat. Di mana saat ini beberapa desa masih dilanda banjir dan angin puting beliung.

Wakil Bupati Lobar, Hj. Nurul Adha mengatakan sebagai tindak lanjut penanganan bencana di wilayah Lobar, ia bersama Bupati telah membentuk Sekber di kantor BPBD. Sekber ini dikomandoi oleh Pj. Sekda, Kalak BPBD selaku Wakil dan Kepala Dinsos selaku penanggung jawab lintas OPD.

Sekber ini diinstruksikan untuk penanganan darurat bencana, mulai dari kebutuhan yang diperlukan warga terdampak, seperti bahan makanan pokok. Dari laporan BPBD sudah dibentuk posko dapur umum di sekitar Desa Perempuan kecamatan Labuapi.

Dinas PU juga telah diminta untuk mengecek seluruh saluran drainase. Sehingga dalam kondisi darurat ini ada penanganan jangka pendek dilalukan oleh OPD dalam upaya pemulihan. OPD juga diminta menurunkan alat berat untuk mengeruk sedimentasi saluran-saluran, supaya air yang menggenang ini mengalir lancar. Dalam upaya pemulihan bencana ini, masyarakat diajak bergotong royong membersihkan saluran dari sampah atau sedimentasi.

Peran camat dalam Sekber ini juga vital. Mereka diminta harus melaporkan setiap kejadian yang telah divalidasi oleh kecamatan. “Kita menerima laporan itu harus satu pintu lewat Sekber, Sekber itu menerima dari camat. Camat yang turun (verifikasi dan validasi) ke masyarakat,” imbuhnya.

Termasuk apapun kebutuhan yang diusulkan warga terdampak disampaikan dan diverifikasi oleh camat melalui Sekber. “Bukan dari Kadus yang langsung menelepon Bupati atau saya. Karena itu sistem ini yang kita bangun,” ujarnya.

Sebab kata dia, seperti ia dan Bupati turun ke lokasi bencana di Sekotong. Informasi kejadian bencana melalui medsos cepat tersebar, padahal setelah turun ke lokasi, faktanya tidak seperti yang disaksikan di medsos. Sehingga di sinilah pentingnya Camat memverifikasi informasi selanjutnya menginformasikan ke Sekber, baru kemudian dilanjutkan ke pimpinan.

Sesuai perintah Bupati, kata UNA, ketika ada laporan kejadian segera diverifikasi untuk penanganan. Dengan begitu, ketika butuh penanganan atau bantuan bisa secepatnya diterima warga. “Pak Bupati minta gerak cepat, sasaran tepat, dan langkahnya tepat. Supaya hasilnya juga ya jelas,” tegasnya.

Lebih lanjut Bupati juga mengintruksikan agar dikaji secara mendalam apa penyebab banjir ini, karena kejadian Bencana ini berulang tiap tahun. Seperti diharapkan masyarakat pada saat banjir jangan hanya sekadar memberikan bantuan berupa mi instan dan lainnya. Pengkajian mendalam dampak banjir ini secara komprehensif, dan ditindaklanjuti dalam penanganan permanen ke depan.

Terkait bantuan logistik yang menipis, menurut UNA sapaan akrab Wabup bahwa stok bantuan saat ini masih terpenuhi, baik di BPBD dan Dinsos. Logistik seperti bahan makanan masih tersedia. Sedangkan kebutuhan yang belum ada di Sekber akan ditangani melalui Belanja Tak Terduga (BTT). (her)

 

IKLAN
RELATED ARTICLES
IKLAN




VIDEO