spot_img
Senin, Januari 26, 2026
spot_img
BerandaBREAKING NEWSMajelis Silaturahmi Ulama dan Umara, Berkah untuk NTB Makmur Mendunia

Majelis Silaturahmi Ulama dan Umara, Berkah untuk NTB Makmur Mendunia

 

Mataram (suarantb.com) – Majelis Silaturahmi Ulama dan Umara digelar di halaman tengah Pendopo Gubernur NTB, Sabtu (24/1/2026), menghadirkan energi persatuan yang kuat antara para masyaikh, tuan guru, dan jajaran pemerintah.


Rombongan ulama dari Pondok Pesantren Daarul Lugah Wa Dakwah (Dalwa), Jawa Timur, hadir langsung dipimpin Pengasuh Ponpes Dalwa Abuya Al-Habib Ali Zainal Abidin Baharun, didampingi sejumlah pengasuh, di antaranya Habib Ali Ridho Baharun, serta Direktur Pascasarjana Universitas Islam Internasional Dalwa Prof. Dr. Ali Zainal Abidin bil Faqih.


Mewakili ulama dan tuan guru NTB, Prof. H. Masnun Tahir Rektor UIN Mataram sekaligus Ketua PWNU NTB, menyampaikan sambutan hangat dengan menyebut NTB sebagai “sejengkal tanah surga di bumi.”


Ia menegaskan silaturahmi ulama dan umara bukan sekadar seremoni, melainkan kekuatan moral dan sosial untuk menegakkan keadilan dan memperkuat persatuan umat. “Ulama dan umara harus terus memperkuat silaturahmi dalam mewujudkan kedaulatan dan keadilan bersama,” ujarnya.


Kapolda NTB Irjen Edy Murbowo dalam sambutannya memperkenalkan diri di hadapan majelis, sekaligus menegaskan komitmen menjaga kedekatan antara aparat, ulama, dan masyarakat.
Ia juga menyinggung arah pembaruan hukum nasional yang menekankan pendekatan restorative justice, agar penegakan hukum tetap menghadirkan rasa keadilan dan kemaslahatan di tengah masyarakat.


Gubernur NTB H. Lalu Muhamad Iqbal menyampaikan penghormatan karena NTB dipercaya menjadi tuan rumah majelis penuh keberkahan tersebut. Ia menyebut pertemuan ini sebagai ruang penting untuk memperkuat ikatan batin pemerintah dengan para ulama. “Ini kehormatan bagi NTB. Semoga membawa keberkahan,” kata Miq Iqbal.


Ia juga menyinggung kekagumannya pada pemikiran Hasan Bangil yang menurutnya turut memengaruhi perjalanan cara berpikir bangsa. “Saya membaca perdebatan Hasan Bangil dan Soekarno sejak saya SMA. Alhamdulillah hari ini bisa bertemu dzurriyat beliau,” ungkapnya.


Gubernur juga menegaskan NTB sebagai negeri yang diberkahi, bahkan menyebut Pulau Lombok dikenal sebagai “Negeri Seribu Wali” dengan jejak sejarah dan makam para wali yang tersebar di berbagai wilayah.


Diakuinya, ada tiga agenda besar Pemprov NTB di bawah kepemimpinannya dengan Hj. Indah Dhamayanti Putri. Pertama, pengentasan kemiskinan ekstrem, ketahanan pangan, dan pariwisata kelas dunia. “NTB masih memiliki 106 desa kategori kemiskinan ekstrem. Kefakiran itu cenderung membawa pada kekafiran. Semua penyakit sosial berawal dari kemiskinan. Karena itu kita harus mengentaskan kemiskinan,” tegasnya, seraya menekankan pentingnya dukungan para tuan guru dan masyaikh dalam menggerakkan ikhtiar bersama.


Sementara itu, Abuya Al-Habib Ali Zainal Abidin Baharun menekankan bahwa pertemuan ulama dan umara adalah kekuatan peradaban. Ia memperkenalkan Ponpes Dalwa sebagai rumah bahasa dan dakwah, serta menegaskan bahwa bahasa dan ilmu dapat menjadi pemersatu umat. Majelis silaturahmi ini menjadi pesan kuat bahwa ketika ulama dan umara bersatu, maka yang lahir bukan sekadar wacana, melainkan kekuatan besar untuk mempercepat NTB Makmur Mendunia melalui penguatan SDM, menjaga nilai, merawat persatuan, dan menghadirkan kesejahteraan yang lebih nyata bagi masyarakat. (r)

RELATED ARTICLES
IKLAN

VIDEO