Selong (suarantb.com) – Layanan Fasilitas Kesehatan (Faskes) di Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) Sembalun, Lombok Timur (Lotim) dinilai belum memadai untuk mendukung aktivitas pariwisata dan kesehatan masyarakat setempat. Keterbatasan Sumber Daya Manusia (SDM) dan sarana prasarana menjadi kendala utama yang diakui oleh pimpinan Puskesmas setempat.
Kepala Puskesmas (Kapus) Sembalun, Muslih Adnan, menjawab media di Selong, Selasa (27/1/2026) mengonfirmasi kondisi tersebut. Ia menjelaskan bahwa fasilitas seperti tempat tidur dan ruangan perlu ditingkatkan. Namun, persoalan paling krusial adalah kekurangan tenaga kesehatan.
“Kalau dari sisi SDM, termasuk kami juga sangat kurang. Di sana kami punya dokter dua, seharusnya kalau melihat dari jumlah penduduk itu belum memadai,” ujar Muslih.
Berdasarkan data yang disampaikan, jumlah penduduk di wilayah Sembalun mencapai sekitar 25 jiwa. Dengan rasio ideal minimal satu dokter untuk 1.100 penduduk, wilayah itu membutuhkan setidaknya empat hingga lima orang dokter. Saat ini, keberadaan hanya dua dokter dinilai jauh dari cukup.
Kekurangan SDM ini menjadi tantangan berat mengingat Sembalun merupakan destinasi pariwisata andalan, terutama bagi pendaki Gunung Rinjani. Puskesmas Sembalun juga menangani pemeriksaan kesehatan wajib bagi calon pendaki.
“Kita di sana ada pemeriksaan mereka sebelum mendaki, ada surat keterangan dari puskesmas. Rata-rata mampu kita layani di sana, kita memang ada beberapa titik untuk pemeriksaannya,” jelas Muslih.
Selain SDM, ketersediaan sarana penunjang juga bermasalah. Salah satu contoh adalah kondisi ambulans. Muslih mengungkapkan, dari dua unit ambulans yang dimiliki, satu saat ini dalam keadaan rusak.
Ia menyebutkan bahwa usulan perbaikan atau penggantian ambulans pernah disampaikan kepada Bupati Lombok Timur dan mendapat janji respons. Namun, realisasi di tingkat Dinas Kesehatan (Dikes) setempat hingga saat ini masih belum jelas.
“Bapak Bupati sudah menjanjikan. Sejauh ini kami terus koordinasi dengan dikes untuk (pengadaan) masih berjalan,” pungkas Muslih.
Keterbatasan layanan kesehatan di daerah wisata prioritas seperti Sembalun ini berpotensi memengaruhi kesiapan penanganan darurat dan kenyamanan wisatawan. Diperlukan komitmen dan tindak lanjut konkret dari pemerintah daerah untuk segera menutupi kesenjangan tersebut guna mendukung keselamatan masyarakat dan keberlanjutan pariwisata.
Camat Sembalun, Suherman dikonfirmasi terpisah menyampaikan pemerintah terus berupaya berbenah menghadirkan fasilitas umum yang memadai. Selain dari pemerintah, saat ini tengah hadir investor yang sedang proses membangun Klinik Pratama, tapi berkelas internasional. Klinik ini kabarnya siap melayani wisatawan yang melakukan pendakian. Di mana sudah terjalin kerja sama dengan 18 negara yang warganya langganan melakukan pendakian ke Rinjani. (rus)



