spot_img
Selasa, Februari 24, 2026
spot_img
BerandaBIMAParkir Digital Dinilai Belum Efektif

Parkir Digital Dinilai Belum Efektif

Bima (suarantb.com) – Rencana penerapan sistem parkir digital di Kabupaten Bima, dinilai masih menghadapi banyak kendala sehingga belum efektif untuk diterapkan. Keterbatasan sarana – prasarana serta karakteristik pelanggan dinilai menjadi factor utama.

Kepala Dishub Kabupaten Bima, A. Rifai, menjelaskan bahwa hingga saat ini pengelolaan parkir masih dilakukan melalui skema kerja sama dengan operator lapangan. Dalam sistem yang diterapkan, retribusi parkir dibayarkan di awal masa kontrak, bukan melalui setoran bulanan.

“Pengelolaan parkir kita masih menggunakan sistem kontrak. Operator membayar retribusi di awal, sehingga tidak lagi ada penagihan per bulan,” ujar Rifai saat diwawancarai pada Selasa (3/2/2026).

Menurutnya, skema pembayaran bulanan kerap menimbulkan persoalan. Pada tahap awal kerja sama, setoran biasanya berjalan lancar. Namun, pembayaran mulai tersendat dan berpotensi menimbulkan tunggakan.

“Pengalaman kami bulan pertama dan kedua biasanya aman. Tetapi memasuki bulan ketiga atau keempat sudah mulai macet. Itu yang ingin kami hindari,” jelasnya.

Dengan sistem pembayaran di awal, Dishub menilai ada kepastian penerimaan retribusi bagi pemerintah daerah. Rifai juga menegaskan bahwa skema tersebut tidak memberatkan operator parkir, karena sudah disesuaikan dengan potensi lokasi masing-masing.

Di sisi lain, Dishub Kabupaten Bima mengakui telah beberapa kali membahas wacana penerapan parkir digital sebagai upaya meningkatkan transparansi dan penertiban pengelolaan parkir. Namun, realisasi di lapangan dinilai belum memungkinkan, terutama di area publik dengan aktivitas masyarakat yang tinggi.

“Kalau diterapkan di pasar atau parkir tepi jalan, masih sangat sulit. Karakter pengguna parkir kita berbeda, belum semuanya siap dengan sistem digital,” katanya.

Penerapan parkir digital baru memungkinkan dilakukan secara terbatas di lokasi tertentu yang memiliki sistem dan pengawasan memadai, seperti fasilitas umum berskala besar.

“Paling realistis itu di tempat-tempat tertentu saja. Misalnya, bandara atau fasilitas khusus lainnya,” pungkasnya. (hir)

IKLAN
RELATED ARTICLES
IKLAN




VIDEO