Kota Bima (Suara NTB) – Pemerintah Kota Bima menggencarkan pelaksanaan operasi pasar murah di sejumlah kelurahan sepanjang Februari 2026. Tujuannya menjaga stabilitas harga bahan pokok dan daya beli masyarakat. Sejumlah 5,5 ton beras telah disalurkan serta berbagai kebutuhan pangan strategis lainnya.
Kegiatan pasar murah dilaksanakan secara bertahap di beberapa wilayah, di antaranya Kelurahan Ule, Melayu, Panggi, dan Sadia. Pemerintah menyediakan bahan pokok dengan harga di bawah pasar untuk membantu masyarakat berpenghasilan rendah sekaligus mengendalikan inflasi daerah.
Asisten II Setda Kota Bima, Drs. H. Supratman, M.AP., mengatakan program tersebut merupakan langkah konkret pemerintah menjaga stabilitas ekonomi masyarakat. “Kegiatan ini diharapkan dapat membantu masyarakat memenuhi kebutuhan pokok dengan harga lebih terjangkau, sekaligus menjadi bagian dari upaya bersama menjaga stabilitas ekonomi daerah,” ujarnya, Sabtu, 21 Februari 2026.
Berdasarkan data pelaksanaan kegiatan, distribusi terbesar terjadi di Kelurahan Ule dan Melayu pada 5 Februari 2026. Di Kelurahan Ule, pemerintah menyalurkan 1,5 ton beras Stabilitas Pasokan dan Harga Pangan (SPHP), 300 kilogram beras premium Puno Kawan, 100 kilogram gula pasir, serta 300 liter minyak goreng. Sementara, di Kelurahan Melayu disalurkan 1.500 kilogram beras SPHP, 500 kilogram beras premium, 100 kilogram gula pasir, dan 300 liter minyak goreng.
Kegiatan berlanjut di Kelurahan Panggi pada 12 Februari 2026 dengan distribusi 1,5 ton beras SPHP, 250 kilogram beras premium, 100 kilogram gula pasir, 120 liter Minyakita, serta 180 liter minyak goreng merek Befood. Antusiasme masyarakat kata dia,terlihat tinggi karena harga komoditas yang dijual lebih rendah dibanding harga pasar menjelang Ramadan.
Selanjutnya pada 19 Februari 2026, operasi pasar murah digelar di Kelurahan Sadia dengan menyalurkan 1 ton beras SPHP, 100 kilogram beras premium, serta Minyakita sebanyak 20 dus. Kegiatan ini turut dihadiri unsur TPID Kota Bima, Camat Mpunda, dan perangkat kelurahan setempat.
Secara keseluruhan, selama Februari 2026 pemerintah telah mendistribusikan sekitar 5.500 kilogram beras SPHP, 1.150 kilogram beras premium, 300 kilogram gula pasir, serta sedikitnya 900 liter minyak goreng ke masyarakat di berbagai kelurahan.
Supratman menegaskan operasi pasar murah menjadi strategi pengendalian inflasi yang dilakukan secara berkelanjutan, terutama pada periode meningkatnya permintaan bahan pangan selama Ramadan. “Operasi pasar murah merupakan langkah konkret pemerintah dalam menjaga daya beli masyarakat dan memastikan ketersediaan bahan pokok tetap aman selama Ramadan,” katanya.
Pemerintah Kota Bima memastikan kegiatan serupa akan terus dilaksanakan di kelurahan lainnya melalui koordinasi bersama TPID dan Bulog guna menjaga keterjangkauan harga serta stabilitas pasokan pangan bagi masyarakat. (hir)


