spot_img
Selasa, Februari 24, 2026
spot_img
BerandaHEADLINEDiterjang Longsor, Jalan Utama di Sekotong Menuju Loteng Putus Total

Diterjang Longsor, Jalan Utama di Sekotong Menuju Loteng Putus Total

 

Giri Menang (suarantb.com) – Jalan kabupaten yang menghubungkan Desa Taman Baru dengan Buwun Mas Kecamatan Sekotong menuju Lombok Tengah (Loteng) putus total, pada Selasa (24/2/2026) pagi akibat diterjang longsor. Longsor dipicu besarnya air kiriman dari pegunungan akibat hujan yang terjadi sejak tiga hari terakhir. Akibat akses jalan terputus, jalur transportasi menuju dan ke sejumlah daerah tersebut lumpuh.


Warga yang hendak ke wilayah Sekotong dan sekitarnya dan ke Mataram mesti memutar melalui jalur Pelangan dan wilayah Loteng.


Kepala Desa Buwun Mas Rochidi mengatakan bahwa akibat hujan yang melanda sejak beberapa hari terakhir berdampak fatal pada akses jalan di yang sebelumnya pernah diterjang longsor di Tibu Lisung. “Jalan ini putus akibat hujan tiga hari ini, kali ini lebih parah karena longsornya bertambah volumenya. Sehingga tidak bisa dilalui,”kata Rochidi.


Dikatakan, kondisi jalan ini putus total, sehingga tidak bisa dilalui kendaraan roda empat maupun roda dua. Kalaupun pengendara roda dua berani melewati jalan itu, dengan resiko tinggi angat membahayakan keselamatan.


Dua jalur alternatif yang bisa dilalui warganya dan dua desa Persiapan yakni Pengantap dan Belongas, melalui jalur Pelangan dan Batu Jangkih Loteng dengan jarak tempuh sangat jauh. Warga yang ingin ke turun ke Sekotong, bisa melewati jalur Sepi – Belongas – Mekaki Pelangan baru turun Sekotong. Jalur alternatif kedua, dari Pengantap ke Batu Jangkih-Kabul menuju wilayah Kuripan.


Titik jalan yang putus ini, kata dia, sebelumnya pernah longsor. Namun kali ini jauh lebih parah kerusakannya di dua titik. Pihaknya telah menyarankan agar jalan itu dialihkan saja, tetapi tidak memungkinkan dari pertimbangan teknis. “Dua tahun terakhir ini yang parah, sampai putus,”imbuhnya.


Jalan putus inipun telah ditinjau oleh Bupati Lobar H. Lalu Ahmad Zaini bersama jajaran Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan dan Penataan Permukiman (PUPRPKP) dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).


Saat turun ke lokasi, Bupati Lobar H. Lalu Ahmad Zaini memerintahkan segera dilakukan penanganan darurat dengan memasang karung agar bisa dilewati kendaraan.


Selain penanganan darurat, Bupati Lobar memerintahkan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) mengkaji secara teknis untuk penanganan permanen. Pihaknya berharap agar penanganan darurat segera dilakukan mengingat jalur itu satu-satunya jalan yang paling dekat ke sejumlah desa setempat.


Sementara itu Kepala Dinas PUPRPKP Lobar Lalu Ratnawi mengatakan pihaknya mendampingi Bupati Lobar turun mengecek kondisi jalan putus tersebut. “Pak Bupati Instruksikan untuk penanganannya dua hari ini melalui tanggap darurat dulu, sehingga jalan itu bisa dilalui kendaraan (roda dua dan roda empat) tetapi tonase sedang saja,” katanya.


Setelah tanggap darurat selesai, barulah dari Dinas PUPRPKP yang melaksanakan penanganan permanen. Untuk penanganan permanennya, pihaknya akan melakukan penguatan tebing dengan membangun beronjong. Mengingat tebing itu begitu curam dan dalam di dua titik yang mengalami kerusakan. Masing-masing mengalami kerusakan 75 meter dan 65 meter. Apakah ada alternatif jalan itu dialihkan? Menurutnya tidak bisa, karena elevasinya berat jika tebing itu dikepras menjadi jalan.


Dalam penanganan jalan ini, pihaknya berkoordinasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Wilayah Nusa Tenggara I agar terlibat membantu. Pihaknya pun sedang menyelesaikan penyusunan gambar DED. Rencananya, jalan itu dibangun menggunakan beton bukan aspal hotmik agar lebih kuat (mengikat). “Butuh sekitar Rp5 miliar untuk penanganan ruas titik itu,” ujarnya. (her)

 

IKLAN
RELATED ARTICLES
IKLAN




VIDEO