PEMERINTAH Kelurahan Ampenan Tengah, Kecamatan Ampenan, memetakan tiga titik yang dinilai rawan gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) selama bulan suci Ramadan. Ketiga lokasi tersebut yakni Taman Bakau, kawasan Eks Pelabuhan Ampenan, dan Lingkungan Sukaraja Barat.
Pemetaan ini dilakukan sebagai langkah antisipatif menyusul pengalaman pada tahun-tahun sebelumnya, di mana sejumlah aktivitas remaja kerap memicu keresahan warga.
Lurah Ampenan Tengah, Budiawan, mengatakan pihaknya telah mengidentifikasi lokasi-lokasi yang berpotensi menimbulkan gangguan keamanan berdasarkan laporan masyarakat dan hasil evaluasi bersama aparat terkait.
“Memang tiap tahun tiga titik itu yang paling rawan. Biasanya aktivitas mulai meningkat setelah salat Tarawih,” ujarnya, Selasa (24/2).
Menurutnya, sejumlah aktivitas yang sering terjadi pada malam hari selama Ramadan antara lain judi panco, balap lari, perang sarung, serta kegiatan lain yang berpotensi mengganggu kenyamanan dan keselamatan warga. Selain menimbulkan kebisingan, aktivitas tersebut juga dikhawatirkan memicu perkelahian antarremaja.
Budiawan menegaskan, remaja yang terlibat dalam aktivitas tersebut tidak seluruhnya berasal dari wilayah Ampenan Tengah. Beberapa di antaranya datang dari luar kelurahan dan menjadikan lokasi-lokasi tersebut sebagai titik berkumpul.
Untuk mengantisipasi hal itu, pemerintah kelurahan membentuk satuan tugas (satgas) yang bertugas melakukan patroli rutin dan pengawasan intensif. Patroli dilaksanakan mulai setelah salat Tarawih hingga menjelang waktu sahur, yang dinilai sebagai jam rawan terjadinya gangguan kamtibmas.
“Pada jam-jam itu masyarakat sedang beristirahat. Kami ingin memastikan situasi tetap aman dan tidak ada aktivitas yang meresahkan,” katanya.
Dalam pelaksanaannya, satgas melibatkan tiga pilar keamanan, yakni Babinsa, Bhabinkamtibmas, Satlinmas, serta perangkat kelurahan di tingkat lingkungan. Sinergi ini diharapkan mampu memperkuat pengawasan sekaligus memberikan efek pencegahan bagi remaja yang berpotensi melakukan pelanggaran.
Selain patroli, pihak kelurahan juga mengimbau para orang tua untuk lebih mengawasi aktivitas anak-anaknya selama Ramadan, khususnya pada malam hari. Partisipasi masyarakat dinilai penting untuk menjaga suasana ibadah tetap khusyuk dan lingkungan tetap kondusif.
Meski demikian, Budiawan menyebutkan pelaksanaan patroli tetap menyesuaikan kondisi di lapangan, termasuk faktor cuaca. Dalam beberapa hari terakhir, hujan disertai angin kencang menyebabkan aktivitas di sejumlah titik rawan berkurang.
“Jadi kondisional. Karena memang cuaca empat hari terakhir ini hujan dan angin, sehingga aktivitas yang biasa kami patroli juga berkurang. Sejauh ini situasi masih aman dan kondusif,” pungkasnya. (pan)


