Taliwang (Suara NTB) – Sekretaris Daerah Kabupaten Sumbawa Barat (KSB), Hairul memastikan pemerintah telah bergerak cepat membantu warga terdampak banjir akibat intensitas hujan tinggi di sejumlah wilayah kecamatan. Gerak cepat penanganan banjir ini, guna memastikan masyarakat mendapatkan perhatian dari pemerintah.
Langkah pertama dalam penanganan banjir, ia meminta semua organisasi perangkat daerah di lingkup Pemkab KSB, segera bekerja sesusai tupoksinya dalam membantu warga terdampak. “Saya minta tim yang turun sebisa mungkin menjangkau semua wilayah terdampak banjir pada hari ini juga,” cetusnya.
Bantuan yang paling dibutuhkan warga pastinya makanan siap saji dan minuman serta perlengkapan lainnya. Karena itu, pada lokasi-lokasi yang mengalami banjir, Dinas Sosial telah diarahkan menerjunkan personilnya mendirikan dapur umum dan bantuan makanan.
“Di Mataiyang Brang Ene, Belo, Beru, Maluk sampai terbaru ini ada mulai terdampak di Sampir. Di situ kita minta Dinsos menempatkan dapur umum,” papar Sekda. “Dan logistik makanan ini harus benar-benar disegerakan karena warga sedang menjalani puasa. Jangan sampai ibadah warga itu terganggu gara-gara kita lambat menyiapkan makanab,” sambung Sekda.
Tim saat ini, juga sekaligus mulai melakukan pendataan kerusakan yang disebabkan bencana banjir. Meski kata dia, untuk beberapa titik situasinya belum kondusif, namun kecepatan data akurat terkait dampak diperlukan pemerintah guna menyusun langkah penganganan dengan cepat dan tepat.
“Di Mataiyang itu ada sekolah yang terdampak. Tadi saya sampaikan ke Dikbud segera data kerusakannya apa saja,” paparnya.
Selain penyediaan logistik makanan dan pendataan, Hairul menyebut, pemerintah juga saat ini telah menyiapkan upaya pemulihan fasilitas warga terkena banjir. Salah satu fasilitas warga yang harus dipulihkan kata dia adalah sumber-sumber air bersihnya.
“Selama sumber air bersih warga belum pulih kita akan kerahkan armada PDAM dan Damkar untuk mensuplai air bersih warga. Termasuk kami juga sudah minta bantuan ke TNI/Polri dan dunia usaha terlibat,” ungkapnya.
Sekda menanggapi kondisi intensitas hujan tinggi dalam dua hari ini. Masyarakat tetap waspada dengan berbagai kemungkinan dampak bencana yang bisa ditimbulkan cuaca saat ini. Warga harus terus menerus memantau kondisi lingkungan sekitarnya dan segera melaporlan jika menemukan tanda-tanda potensi bencana. “Potensi bencana disebabkan cuaca hujan seperti ini bukan saja banjir. Longsor bahkan yang ektrem tanah bergerak bisa terjadi. Jadi warga harus waspada,” tukasnya.(bug)


