Giri Menang (suarantb.com) – Isu pengisian posisi jabatan Sekretaris Daerah (Sekda) definitif Kabupaten Lombok Barat (Lobar) mulai menjadi perbincangan hangat di kalangan pejabat teras lingkup Pemkab. Menyusul isu pejabat dari Pemkot Mataram yang disebut-sebut menjadi “kandidat kuat” bakal ikut meramaikan bursa seleksi jabatan Sekda ini. Rencananya, seleksi jabatan Sekda ini dimulai pada akhir Maret-April 2026.
Menanggapi hal tersebut, Bupati Lobar, H. Lalu Ahmad Zaini (LAZ), pada Jumat (6/3/2026) menegaskan, proses seleksi akan dilakukan secara transparan dan terbuka bagi siapa saja yang memenuhi syarat. Isu mengenai asal daerah Calon Sekda, menurut LAZ jabatan Sekda adalah jabatan karier yang bersifat nasional, sehingga tidak ada batasan primordial yang menghalangi ASN dari luar daerah untuk ikut berkompetisi dalam seleksi terbuka nantinya.
Bupati Lobar yang akrab disapa LAZ itu menyatakan bahwa ia tidak memiliki kandidat titipan atau sosok tertentu yang diunggulkan. Fokus utamanya adalah menemukan figur yang memiliki kompetensi tinggi dan mampu bekerja secara harmonis dengan kepala daerah. Ia ingin memastikan bahwa mekanisme yang berjalan sesuai dengan aturan birokrasi yang berlaku.
“Tidak ada (kandidat titipan), saya pokoknya siapa pun yang layak nanti kita lihat. Mau dari mana pun, siapa pun. Jangan bicara nanti itu kan,” selorohnya menepis isu bahwa dirinya memiliki kandidat dari pejabat Pemkot Mataram.
Jika pejabat Pemkot yang ikut mendaftar, menurutnya tidak masalah, karena seleksi ini terbuka bagi semua pejabat, termasuk dari Pemkot Mataram. Keterbukaan ini adalah bentuk kepatuhan terhadap aturan administrasi negara. “Kan Sekda itu se-Indonesia. Terbuka,” tegasnya.
Lebih lanjut, Bupati LAZ menggambarkan sosok Sekda ideal yang dibutuhkan. Ia mengibaratkan Sekda sebagai pengemudi yang harus mampu membawa organisasi berlari kencang, tetapi tetap dalam koridor aturan yang aman. Sinergi antara kebijakan kepala daerah dan eksekusi birokrasi di bawah kendali Sekda menjadi kunci utama. “Yang jelas siapa pun, tapi itu yang terbaik untuk Lobar, untuk bisa bersinergi bekerja karena banyak PR yang harus kita tuntaskan,” ungkapnya.
Bupati merinci bahwa ia membutuhkan sosok yang bisa “ngebut”, tetapi memiliki kontrol diri yang kuat. “Ibarat mobil itu kan, dia bisa mengemudi mobil kecepatan tinggi tapi penuh remnya juga cakram. Dia segala aturan tahu kapan harus ngebut, kapan harus rem. Jangan sampai ngebutnya saja lupa,” tambah Bupati.
Harapan besar Bupati terhadap Sekda definitif nantinya adalah kemampuan dalam mengelola manajemen internal pemerintahan secara mandiri. Hal ini bertujuan agar Bupati memiliki ruang gerak yang lebih luas untuk melakukan komunikasi dan lobi-lobi strategis ke pemerintah pusat demi membawa program pembangunan ke daerah.
“Saya sebenarnya berharap ke depan itu bisa saya tinggal urusan internal, gak terlalu jauh saya ikut campur. Saya akan lebih fokus untuk lobi-lobi yang sifatnya ke pusat,” jelas Lalu Ahmad Zaini.
Mengenai jadwal pelaksanaan seleksi, Bupati memberikan bocoran bahwa proses kemungkinan besar akan dimulai pada akhir kuartal pertama tahun ini. “Mungkin nanti sekitar akhir Maret atau April sudah mulai dibuka,” imbuhnya. (her)

