Senin, Maret 9, 2026

BerandaEKONOMISelain Sembalun, Lotim Punya Enam Kecamatan Lain sebagai Sentra Produksi Bawang Putih

Selain Sembalun, Lotim Punya Enam Kecamatan Lain sebagai Sentra Produksi Bawang Putih

Selong (suarantb.com) – Pemerintah Kabupaten Lombok Timur (Lotim) melalui Dinas Pertanian Lotim terus menggenjot produksi bawang putih. Meski Sembalun dikenal sebagai sentra utama, ternyata masih ada enam kecamatan lain yang dinilai sangat potensial untuk pengembangan komoditas tersebut.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Lombok Timur, Lalu Fathul Kasturi menjawab Suara NTB, Jumat (6/3/2026), menyebutkan enam wilayah kecamatan selain Sembalun tersebut meliputi Wanasaba, Suela, Aikmel, Sikur, Sambelia, dan Montong Gading.

“Syarat tumbuh bawang putih yang baik berada di ketinggian 500 hingga 800 meter di atas permukaan laut (MDPL). Kategori medium ini sangat cocok untuk pengembangan bawang putih konsumsi,” jelas Mamiq Kas, sapaan akrab Kadistan Lotim ini.

Penanaman di kawasan di atas ketinggian tersebut, seperti di Sembalun, fokus pengembangan diarahkan pada produksi bibit. “Sembalun kita tetapkan sebagai kawasan pengembangan benih sumber nasional. Sementara di bawahnya, untuk konsumsi, produktivitas bisa mencapai 15 hingga 18 ton per hektare asalkan ditanam tepat waktu, maksimal pada bulan Maret saat musim hujan,” terangnya.

Kasturi juga menyoroti tantangan akibat perubahan iklim yang signifikan. Menurutnya, suhu menjadi penentu utama pembentukan umbi bawang putih. Dahulu, Sembalun yang terkenal sangat dingin mampu menghasilkan 40 ton per hektare tanpa pupuk. Kini, produktivitas rata-rata turun menjadi 20 ton per hektare meskipun dengan input produksi yang mencukupi.

“Dulu Sembalun sangat dingin, sekarang perubahan cuaca cukup menyulitkan budi daya. Bulan Juni, Juli, Agustus adalah waktu tanam terbaik karena suhu sedang sangat dingin dan mendukung pembentukan umbi,” ujarnya.

Meski demikian, pihaknya tetap optimis. Saat ini Dinas Pertanian terus melakukan uji coba penanaman dan ekspansi areal tanam. Tantangan lain yang dihadapi adalah daya simpan hasil produksi. “Kita pernah coba tanam di luar musim, bisa produksi tapi tidak bisa tahan lama,” imbuhnya.

Untuk mencapai target luas tanam 25 ribu hektare dalam empat tahun ke depan, ketersediaan benih menjadi faktor krusial. Fathul Kasturi menyebutkan, kelebihan utama Lotim adalah benih asal Sembalun yang terbukti adaptif ditanam di berbagai wilayah, tidak hanya di Lombok Timur tetapi juga hingga Temanggung.

“Varietas unggulan kita adalah Sangga Sembalun dan Lembu Putih. Saat ini, ketersediaan benih sekitar 925 hektare dikali kebutuhan 1 ton per hektar.  Namun baru separuh yang terpenuhi. Kami yakin target 25 ribu hektare bisa tercapai karena pasokan benih dari Sembalun mampu memenuhi,” demikian tutupnya. (rus)

IKLAN
RELATED ARTICLES
IKLAN




VIDEO