Rabu, Maret 11, 2026

BerandaPENDIDIKANPerkuat Karakter Religius, SMAN 7 Mataram Gelar "Spiritual Camp" Ramadan

Perkuat Karakter Religius, SMAN 7 Mataram Gelar “Spiritual Camp” Ramadan

Mataram (suarantb.com) – Guna membentuk karakter siswa yang cerdas dan religius di tengah gempuran era digital, SMA Negeri 7 Mataram menggelar kegiatan Pesantren Kilat bertajuk Spiritual Camp. Kegiatan ini berlangsung khidmat di lingkungan sekolah, mulai Rabu, 11 Maret hingga Sabtu, 14 Maret 2026.

Agenda tahunan ini diikuti oleh 354 siswa muslim dari total 380 siswa. Untuk menjaga efektivitas, pelaksanaan dibagi menjadi dua gelombang. Gelombang pertama dikhususkan bagi siswa laki-laki pada Rabu hingga Kamis, sementara gelombang kedua untuk siswa perempuan pada Jumat hingga Sabtu.

Pembukaan kegiatan ini turut dihadiri oleh Kepala Cabang Dinas (KCD) Dikbud NTB Wilayah I (Mataram-Lombok Barat), Purni Susanto, bersama jajaran manajemen sekolah.

Kepala SMAN 7 Mataram, Ridha Rosalina, mengungkapkan bahwa tantangan mendidik generasi di era digitalisasi menjadi motivasi utama pelaksanaan program ini. Ia menyoroti fenomena media sosial yang membuat siswa lebih akrab dengan gawai dibandingkan aktivitas keagamaan.

Melalui Spiritual Camp, pihak sekolah berupaya membangun kembali habituasi positif siswa. “Di sini kan salat malam (rutin), terus ini dia mendapat pengalaman baru. Dan sama-sama tadarusan, tidur diatur semua,” ujar Ridha menjelaskan pola kedisiplinan selama kegiatan.

Ia menegaskan bahwa program ini telah menjadi tradisi rutin SMAN 7 Mataram setiap bulan suci Ramadan karena dinilai memberikan dampak nyata bagi perkembangan mental siswa.

“Alhamdulillah dengan kegiatan ini. Kita tetap mempertahankan karena melihat dampaknya dan pengaruhnya serta antusias anak-anak juga. Orang tua juga menyambut baik,” imbuhnya.

Selama kegiatan, para siswa tidak hanya sekadar menginap, tetapi wajib mengikuti rangkaian ibadah yang terukur, mulai dari kajian keislaman, salat berjamaah, tadarus, hingga setoran hafalan Al-Qur’an.

“Jadi yang jelas setiap anak nanti dia ada setoran hafalannya, dikasih tugas, ada juga merangkum materi. Jadi dia benar-benar mengikuti kegiatan secara utuh. Nanti ada laporan-laporannya, ada hasilnya,” tegas Ridha.

Harapannya, nilai-nilai spiritual yang dipelajari selama empat hari tersebut tidak menguap begitu saja setelah acara usai. “Jadi tentu saja yang pertama kami harapkan dari sekolah, anak-anak bisa seperti mengaji, salat malam, tidak hanya dilaksanakan ketika ada kegiatan pesantren kilat saja,” pungkasnya.

Apresiasi senada datang dari Kepala KCD Dikbud Wilayah I, Purni Susanto. Ia menilai inovasi sekolah dalam mengemas pesantren kilat menjadi Spiritual Camp sangat relevan untuk pembentukan karakter.

“Pesantren Kilat ini memupuk semangat anak-anak kita kembali mensucikan fitrah mereka, kembali memberikan semangat buat mereka untuk melaksanakan ajaran-ajaran agama, mengembangkan spiritual mereka, dan lebih-lebih memperbaiki karakter anak-anak,” tuturnya.

Purni berharap model pembinaan karakter seperti ini dapat terus konsisten dilakukan dan menjadi inspirasi bagi sekolah-sekolah lain di wilayahnya. “Maka harapannya kegiatan ini bisa terus dilaksanakan dan dipertahankan di sekolah kita, di seluruh tempat yang ada di Nusa Tenggara Barat, khususnya di Cabang Dinas Wilayah I,” tutupnya. (sib/*)

IKLAN Ucapan Selamat Pelantikan Rektor Baru UNRAM
RELATED ARTICLES
IKLAN Ucapan Selamat Pelantikan Rektor Baru UNRAM




VIDEO