Sumbawa Besar (suarantb.com) – Sejumlah 28 unit rumah yang berada di pemukiman padat penduduk di di Kampung Sawo, Dusun Pok, Desa Kalimango, Kecamatan Alas ludes terbakar pada, Minggu (22/3). Kebakaran terjadi sekitar pukul 02.00 WITA serta merenggut nyawa petugas pemadam kebakaran usai tersengat aliran listrik.
“Penyebab kebakaran masih dalam tahap investigasi kepolisian, tetapi dugaan awal akibat puntung rokok dari salah satu rumah warga yang dibuang sembarangan,” kata Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kabupaten Sumbawa, H. Sahabuddin, kemarin.
Ia melanjutkan, kebakaran pertama kali muncul dari rumah milik H. M. Nur. Berdasarkan informasi sementara dari warga dan hasil olah tempat kejadian perkara (TKP), api diduga berasal dari puntung rokok yang belum padam serta obat nyamuk yang masih menyala.
“Api dengan cepat membesar karena kondisi permukiman yang padat penduduk dan sebagian besar bangunan terbuat dari material kayu sehingga mudah terbakar,” ucapnya.
Proses pemadaman terhadap rumah tersebut berlangsung cukup lama, karena petugas kesulitan untuk mencapai lokasi yang merupakan pemukiman padat penduduk. Selain itu, sumber air yang minim juga menjadi kendala di lapangan saat proses pemadaman.
“Di proses pemadaman kita turunkan 3 unit mobil pemadam dari Pos Kecamatan Alas dan satu unit fire jeff, sehingga api bisa dikendalikan dan tidak merembet ke rumah lainnya,” ucapnya.
Dalam proses pemadaman, insiden tragis menimpa salah satu personel. Petugas bernama M. Solikin dinyatakan meninggal dunia diduga akibat tersengat arus listrik saat berupaya menjinakkan api di tengah lokasi yang masih dialiri aliran listrik.
“Kami kehilangan pahlawan. Almarhum M. Solikin gugur dalam tugas mulia. Kami tengah berkoordinasi dengan pihak keluarga dan PLN untuk memastikan keamanan listrik di lokasi agar kejadian serupa tidak terulang,” ujarnya.
Selain korban jiwa dari kalangan petugas, bencana ini juga menyebabkan puluhan keluarga kehilangan tempat tinggal. Mereka yakni Astari, Hamzah Tifa, Hamzah Naf, Haji M. Nur, Hasbulah, Ahmad Seleha, Haji Dar Ahmad, Tabrin, Masrikuling, Adi Rahma, Hamid, M. Saen, Hadijah A. Rahman, Amhad Asan, Nurhayati Remo, Samsul Rahma, M. Ali Saleha, Salma, Hendro, Doari Adam, Ardes, M. Saleh Taram, Junaidi, Iyah Haji Safar, Sakariah Haji M. Son, Atil, Ismail, dan Hasan Esah.
Saat ini, tim gabungan dari Damkartan, BPBD, TNI, Polri, serta relawan masih terus melakukan pendinginan dan evakuasi puing-puing bangunan. Pemerintah Desa Kalimango telah mendirikan posko darurat dan dapur umum bagi para pengungsi yang saat ini tersebar di rumah-rumah kerabat serta balai desa.
“Alhamdulillah api sudah berhasil kita padamkan. Penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan lebih lanjut oleh pihak berwajib, sementara kerugian materi diperkirakan mencapai miliaran rupiah,” terangnya.
Ia mengimbau masyarakat untuk lebih waspada terhadap potensi kebakaran di musim kemarau. Terutama dengan memastikan kompor, listrik, dan sumber api lainnya dalam keadaan aman sebelum meninggalkan rumah atau saat hendak tidur.
“Kita harus waspada kemungkinan yang akan terjadi dengan tetap melakukan pengecekan secara intensif terhadap instalasi kelistrikan yang kita miliki,” tukasnya. (ils)

