Mataram (Suara NTB) – Keberadaan seaplane yang menghubungkan antar destinasi wisata di NTB, baik di Pulau Lombok dan Sumbawa masih berproses. Investor yang memilih Bendungan Batujai, Kecamatan Praya Barat, Kabupaten Lombok Tengah sebagai landasan seaplane nanti akan melayani Gili Balu Kabupaten Sumbawa Barat. Selain itu, Teluk Saleh di Kabupaten Sumbawa, Satonda di Kabupaten Dompu, Gili Tramena di Lombok Utara dan Kawasan Mandalika.
Alasan memilih Bendungan Batujai untuk landasan seaplane ini, tujuannya agar lebih dekat dengan bandara, sehingga ketika wisatawan datang ke Lombok dan ingin mengunjungi pulau-pulau tersebut, bisa langsung diantar menggunakan seaplane.
Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) NTB Ervan Anwar mengakui, jika perizinan pengadaan seaplane tidak hanya berproses di satu kementerian, tetapi beberapa kementerian sekaligus, seperti Kementerian Pekerjaan Umum, Kementerian Perhubungan, Kementerian Investasi.
Saat ini, ungkapnya, izin pemanfaatan Bendungan Batujai masih diselesaikan di Kementerian Pekerjaan Umum. Meski sempat ditarget beroperasi pada triwulan kedua 2026, ia mengaku semua bergantung pada kecepatan proses perizinan di pusat. Namun, besar peluang seaplane ini akan mulai beroperasi pada akhir tahun ini.
“Tergantung izinnya cepat atau enggak kan, Karena ada izin-izin yang harus diselesaikan, dokumen-dokumen harus dipenuh,” ujarnya, Rabu (13/5/2026).
Sebelumnya, Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) NTB, Irnadi Kusuma, juga mengatakan proses pengadaan pesawat air ini masih berproses di pusat. Menyinggung soal kesiapan lokasi pendaratan, ia mengaku sejak akhir tahun 2025 lalu Pemkab Lombok Tengah sudah bersiap untuk membangun tempat mendarat dengan mengusung konsep alam. Rencananya, akan dibangun ruang tunggu penumpang menggunakan bambu.
“Semua dari konsep alam, dari bambu, kayu, itu untuk fasilitas penumpang menunggu juga. Ada semacam lounge,” katanya.
Rute seaplane ini akan menghubungkan antar destinasi wisata di Bali dan Lombok. Ke depannya, akan terhubung juga dengan destinasi yang ada di NTT, sesuai dengan kesepakatan pada Kerja Sama Regional Bali, NTB, dan NTT.
“Iya tergantung nanti di mana destinasi yang disepakati. Makanya kita sedag mencoba menambah destinasinya,” lanjutnya.
Menurutnya, Gubernur H. Lalu Muhamad Iqbal sangat menanti dan mendukung investasi seaplane ini. Menyinggung soal besaran nominal investasi, Irnadi mengaku belum mengetahui karena masih dalam tahap awal diskusi. (era)

